Tangisku tak kunjung reda, tapi aku percaya semua akan indah pada waktunya. Setelah kejadian tadi, ibu berusaha perlahan-lahan bertanya kepadaku agar aku menceritakan semua kejadiannya dengan lengkap. Namun karena kondisiku kini yang ketakutan, ditambah rasa sedih yang tidak kunjung reda, membuat ibu harus banyak-banyak bersabar padaku. Elam yang tadi membawaku dan ibu, pergi menjauh dari pak Ranu, kini berusaha untuk kembali ke tempat tenda kami tadi. Membawa barang-barang kami dan berniat pulang tanpa pak Ranu. Sebelum menitipkan aku dan ibu di sebuah warung dimana penjaganya adalah ibu-ibu tua, aku mendengar Elam menghubungi adiknya. Meminta adiknya untuk menjemput kami ke sini. Karena aku yakin sekali, setelah semua kejadian ini, Elam sama sekali tidak mau pulang bersama pak Ra

