Bab 19

1313 Kata

Sudah kubilang, menerima tidak selamanya indah. Ada saja petaka yang membuatnya malah terluka.   Tidak ada yang tahu kejadian semalam, selain aku dan pak Ranu, saat pagi menyapa kami berdua benar-benar menjaga jarak kami. Jika aku berada di dalam tenda, menyiapkan sesuatu untuk dipakai bersih-bersih pagi ini, pak Ranu kudengar meminta izin kepada ibu untuk mencari sarapan di tempat para penjual yang tidak jauh dari lokasi tendaku. Sungguh, bisa-bisanya dia kabur setelah melakukan semuanya padaku semalam. Memelukku erat, seolah aku adalah guling hidupnya, memang terasa sangat kurang ajar. Bahkan Elam, si pendengkur ulung aja, tidak pernah macam-macam kepadaku. Dia, si orang baru yang berlagak baik di depan ibuku, nyatanya memiliki kelakuan jahat yang bahkan tidak berani dia ceritakan kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN