Aku tahu semua yang mustahil akan sulit dipercaya, namun jika memang begitu adanya, aku bisa apa? Di sinilah kami sekarang. Di depan makam ayahku. Sekalipun matahari terasa tepat di atas kepalaku, dan berhasil membakar semuanya, aku tetap fokus mendoakan ayahku. Tak lupa pula kuucapkan terima kasih kepadanya, karena sudah mau hadir ke dalam mimpiku semalam dan benar-benar membuatku pasrah pada kehidupan ini. Tidak ada beban pikiran. Sampai-sampai bisa mengembalikan kondisi menjadi normal kembali. Walau aku tidak tahu pasti apakah benar seperti itu alasan atas normalnya kondisi ini, namun bagiku dan ibu yang menjalaninya, memang alasan terbesar adalah karena kami berdua sudah sama-sama ikhlas. Sama-sama tidak memaksa atau membebankan salah satu pihak atas kondisi tidak normal ini. J

