Bab 32

1140 Kata

Tanpa mengurangi kebahagiaan, izinkan aku tenggelam dalam pura yang penuh luka ini.   “Rhe ….” Suara ibu yang memanggilku ketika jam masih menunjukkan pukul 4 pagi, aku tahu semua yang kemarin dibicarakan bukan hanya sekedar kata biasa. Karena pagi ini, semua kata itu menjadi nyata. Segala pikiranku sejak kemarin memberikan efek luar biasa. Mataku tidak sedikitpun bisa terpejam. Bahkan hatiku berdebar penuh rasa takut. Apakah benar ini akhirnya? Apa benar setelah menikah, ibu akan melupakanku? Atau benar seperti kata Elam, kedatangan pak Ranu bukanlah untuk menggantikan yang lain. Dia membawa peran sendiri dalam kisah ini. Kisah ibu, pak Ranu, dan rasa ketakutanku. “Rhea ….” Ibu memanggilku sekali lagi, kali ini kusambut dengan gerakan. Bukan gerakan mendatanginya. Atau sekedar meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN