Bab 29

1225 Kata

Aku mengakui, karena aku tahu itulah obat hati yang paling baik.   Sayangku Besok bisa kan kita berangkat bareng lagi?   Semalam aku dengan berani mengirimkan pesan tersebut ke nomornya Elam, lalu segera pergi tidur tanpa menunggu balasannya darinya. Namun pagi ini ketika aku mengecek hapeku, nyatanya Elam belum juga membalasnya. Bahkan tidak dibaca olehnya. Menggerutu sejenak, aku menekan foto profil WA milik Elam, foto dimana Elam sedang duduk di jalanan adalah hasil karyaku beberapa bulan lalu. Ketika kami sengaja mengambil waktu cuti dihari yang sama, dan melakukan perjalanan keliling kota hingga larut malam. Beberapa foto yang aku dan Elam abadikan, memang terlihat biasa saja. Namun banyak cerita dan kenangan indah dalam foto tersebut. Mungkin inilah yang dinamakan kesederhanaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN