Bab 12

1283 Kata
Mereka menaiki lift bersama tetapi wajah Aini sangat kusam tidak sesemangat tadi pagi ketika dia ingin berangkat untuk magang. Dia merasa tertipu tapi oleh siapa? Pak Juna? Jelas-jelas dia yang membantu masa dia mengatakan dosennya itu penipu. Ish, pikirnya. Karena kesal dia sedikit menghentakkan kakinya ke lantai ketika berjalan setelah keluar dari lif menuju lantai 5 tempat para direksi berada khususnya ruangan pria di depannya ini, yang mungkin sekarang sedang tersenyum puas mengerjainya. Dan yang mereka tidak tau bahwa pertemuan pertama kali adalah takdir mereka. Akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya juga banyak hal dan kejadian yang akan menghiasi kehidupan mereka. "Kamu duduk di ruangan sekretaris di depan ruangan saya"ucap Dave, "Tidak usah interview atau apapun lagi nanti saya yang akan bilang ke HRD dan maneger pemasaran Pak Reno," tambahnya Aini yang mengerti hanya mengangguk, "catat semua jadwal saya dan laporkan ke saya nanti. Minta di bagian admin atau nanti saya suruh asisten saya saja yang mengantar," ucapnya lagi. Aini yang paham dan mengerti hanya mengangguk, "baik Pak" ucapnya "Saya sudah menyimpan nomor kamu di ponsel saya begitu pun nomor saya yang sudah saya simpan di ponsel kamu, kamu harus selalu standby. Mana tau jika Asisten saya Indra tidak bisa membantu kamu, kamu harus siap siaga jika saya suruh, Aini! Jelasnya bagai sebuah perintah, "Baik Pak," ucapnya lagi, "Ini awalan. Masih ada sebulan ke depan. Kamu hanya mengajukan dua bulan magang. Tapi mungkin sampai bulan ketiga kamu akan magang. Sekalian saya akan mengajari dan membantu skripsi kamu biar cepat selesai." Ucapnya Aini yang terkejut pun mendongak sebab sedari tadi dia hanya menunduk kesal dan tidak bisa membantah juga. "Ha? Beneran Pak?" Tanyanya, Dave hanya mengangguk dan tersenyum "iya, saya akan bantu. Tapi mungkin nanti tidak gratis" ucapnya tersenyum simpul Aini yang mendengar pun terkejut dan kembali lesu, ya iyalah mana ada jaman sekarang gratis batinnya. Aih, bodoh banget lagi gue. Seolah tau apa yang dipikirkan Aini, Dave langsung memotong pemikiran jeleknya, "tenang saja saya masih waras untuk bantu kamu dengan imbalan yang setimpal. Tidak muluk-muluk kok! Lagipula mungkin saya hanya sering merepotkan kamu saja. Saya tidak akan minta macam-macam. Hanya satu macam." Ucapnya sambil terkekeh, Aini yang pemikirannya tadi mulai kemana, akhirnya malu dengan wajah memerah mendengar perkataan Dave, seolah tau apa isi hatinya. Apa Dave cenanyang pikirnya, "saya bukan cenayang atau apapun Aini, hanya saja pemikiranmu terbaca dari raut wajahmu" jelasnya lagi Aini yang malupun hanya tersenyum simpul dan mengangguk, "iya pak, maaf" ucapnya "Satu lagi, jangan memanggilku Pak jika bukan di kantor! Cukup di kantor panggilan itu" terangnya "Baiklah. Pergilah ke ruanganmu. Saya akan masuk ke ruangan saya. Kerjakan bagianmu! Jangab terus memandangiku, aku takut kamu nanti tertarik dan tidak bisa lepas lagi" ujarnya mencoba menggoda Aini karena dia tau perempuan itu agak canggung dan segan padanya, "Baik," ucapnya lalu dia menujur ruangannya, Aini berfikir dia besok harua menutupi raut wajah dan keningnya. Masa bisa dia membaca semua pemikiranku, pikirnya. Apa di keningku tertulis bahwa dia akan macam-macam tadi, batinnya. "Astaga, malunya aku" katanya pelan, "oh, ya aku belum mengabaru Lia dan Salsa bahwa aku sudah magang" ujarnya pelan. "Ah, nanti sajalah. Ketika jumpa di kampus sebab aku mesti menyiapkan keperluan Pak Dave terlebih dahulu" gerutunya sambil mulai bekerja (***) Grup Sexy Girls ? : Salsa : Guys, kalian pada ngapain sih? Salsa : hello, jawab gue dong! Lia is reading..... Lia is typing..... Aini is reading.... Salsa : hoy, kenape pada liatin aja sih? Lia : lu berisik. Kita pada sibuk. Ya kan Ni? @Nini Aini : he'ehk... tapi ngomong-ngomong, kenapa namaku Nini ya @liasableng ? Lia : ? (sinis) lu kapan sih tau Ni? Kerjaa lu cuma diam aja tiap hari. Lia : udah dari kapan tau kali... lagian nama gue juga kenapa liasableng sih? ? Salsa : ia, ini anak. Issss, kalian pada di mana guys? Lia : ?( memutar bola mata) sibuk. Ga usah lebay deh. Aini : magang. Nanti aja deh ceritanya, oke! Aini is off the grup... Salsa : Ni, ya dia kabur Salsa : Lo mau kabur juga? Lia : ya iyalah. Bye maksimal! ✋ Salsa : dasarrrrrrrrrr ? Lia : ??? Lia is off the grup.... Salsa : ?? Salsa is off the grup.... Aini memang selalu lebih dulu meninggalkan atau off dari grup agar teman-temannya tidak bertanya lebih. Dia lebih suka bercerita langsung daripada menceritakannya pada orang lain melalu sosial media atau telpon kecuali darurat atau mendadak. Setidaknya mengirim pesan atau pesan suara. 0821×××××××× (?) : Aini, bagaimana di hari pertamamu magang? Apakah menyenangkan atau kesulitan? Jika mengalami kesulitan maka jangan sungkan untuk memberi tahu saya. Aini yang merasa handphonenya bergetar melihat ada pesan masuk. Dia mengernyit bingung, "siapa y?" Ujarnya pelan Aini membalas "Siapa ya?" 0821×××××××× (?) : Arjuna Singgih, Aini : maaf pak, saya tidak tau bahwa ini nomor Bapak. Maafkan saya. Aini lalu menyimpan nomor itu dengan nama 'Pak Juna' Pak Juna : ya, tidak apa-apa. Jika mengalami kesulitan maka jangan sungkan beri tahu saya. Aini : ia Pak, akan saya ingat dan lakukan. Terima kasih. Aini yang tidak sadar bahwa Dave sudah di belakangnya pun terkaget di saat, "ekhem" ucapnya, "Kamu magang di kantor saya dan saya menyuruh saya menyatat semua jadwal saya dan kegiatan serta tugas kamu jadi sekretaris saya. Bukan untuk berbalas chat ria. Lagipula siapa sih yang mengganggu pacarnya yang sedang bekerja dengan berchat ria. Seperti tidak ada kerjaan saja." Ucap Dave panjang lebar terdengar seperti cemburu dan sinis namun terlihat lucu di mata Aini, "Bapak panas? Tidak kok" ucap Aini menempelkan telapak tangannya di kening Dave lalu menurunkannya lagi, Dave mendelik kesal, "kamu ngejek saya?" Tanyanya, Aini yang paham pun hanya mengangguk lalu menggeleng, " tidak" ujarnya "Ya sudah, ayo! Ajak Dave Aini yang melongo hanya terdiam bengong, sampai "ayo Aini, apa kamu menunggu pacarmu membalas chat mu lagi? Hanya orang tidak ada kerjaan yang bisa tiap hari berbalas chat dengan pacarnya" ucapnya ketus, "Ayo, saya rasa kamu tau saya tidak punya jadwal hari ini. Saya mau ke kampus kamu sekalian kamu bisa bersama teman kamu sebentar. Lalu nanti kita belanja." Ujarnya lagi Aini yang mulai paham pun berjalan pelan di belakangnya mengikuti, "Bapak ngapain ke kampus saya?" Tanyanya, "Kamu tidak tau di kampus kamu itu juga ada saham saya. Walau bukan milik saya. Ya,milik Juna." Ucapnya, "Jadi kampus itu milik Pak Juna?" Tanya Aini, "Milik tantenya yang pergi beberapa tahun lalu. Kakeknya menyuruh dia mengelola hak tantenya. Karena kebetulan tantenya itu adik ayahnya yang sudah lama meninggal. Tantenya juga tidak tau di mana. Dia hanya tinggal dengan kakek nenek serta ibunya. Tapi lebih sering dengan kakek neneknya ketimbang ibunya yang sudah menikah lagi, Dia anak pertama dari dua bersaudara. Dia memiliki adik perempuan yang tinggal di Amerika kuliah. Tapi juga memiliki dua adik tiri dari ibunya yang menikah lagi. Dan suaminya jarang pulang." Ucap Dave menjelaskan Entah apa alasannya Dave menceritakan tentang Juna padanya, Dave sendiri tidak mengerti. Apa mungkin agar Aini tidak mendekati Juna, atau karena agar Aini tau bahwa Juna juga sama sepertinya atau apa? Dave sendiri tidak mengerti, dia memang tidak cemburu kepada Juna bila ia dekat Aini, hanya saja seperti ada yang menarik mereka berdua. Tapi entah apa, Dave hanya mengedikkan bahunya, "Bapak sangat mengenal Pak Juna ya?" Tanyanya hati-hati, "Ckckkck. Jangan panggil aku bapak Aini, aku belum setua itu. Lagipula umurku masih 29 tahun." Ucapnya, Mereka sampai di lobi khusus para petinggi dan Dave mengeluarkan mobilnya, "ayo naik" katanya Setelah menaiki mobil dan Dave kembali menyetir, "aku sangat mengenalnya karena dia sahabatku dar kecil, hanya saja aku kembali dekat dengan semenjak SMA dan sekarang. Karena SMP dia sangat pendiam dan kuliah kami beberapa tahun berpisah" jelasnya melirik Aini, Mereka terdiam menuju kampus Aini, ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN