Langit semakin gelap membuat udara sekitar menjadi lebih dingin. Tiana sangat merasakannya karena udara dingin itu menembus kardigan yang ia gunakan hingga menyentuh pori - pori permukaan kulitnya. Gadis itu memeluk dirinya sendiri seraya mengusap - usap kedua lengannya secara menyilang. Dan ... ucapan Yama barusan membuatnya kaget sekaligus malu. Apa katanya? Yama mau mencium dirinya? Apa ia tidak salah dengar? Tiba - tiba saja kejadian dua bulan yang lalu terlintas di benaknya. Ketika Yama memperkosanya. Memperlakukannya dengan kasar. Ia masih ingat ketika dirinya menjerit agar Yama segera mengakhiri kegiatan bejatnya, namun lelaki itu tetap abai. Ia masih ingat saat itu ia merasa seperti perempuan yang kotor, dirinya sudah tidak suci lagi. Tiana memejamkan matanya, tubuhnya menggigi

