Rafiqa tengah melakukan perjalanan bersama Aldo dan Sasa ke Banjarnegara. Mereka akan menemui salah satu klien Bu Karni. Kliennya kali ini mengalami tindakan penganiayaan oleh sang suami. "Yakin ini rumahnya Mas Aldo?" tanya Sasa. "Menurut catatan di kertas ini bener kok. Ini alamatnya. Lagian pas kita tanya alamat ini pada ngasih petunjuk kesini kan?" "Masa rumahnya sendirian di tengah kebon sih Mas? Mencurigakan banget," celetuk Sasa. Rafiqa menangkap sesuatu yang tidak beres. "Ayo kembali," titah Rafiqa. Namun sebelum mereka kembali mereka sudah dihadang oleh seseorang yang berjalan secara terpincang-pincang bersama beberapa anak buah yang mengarahkan senjatanya ke tiga sekawan. "Gak mungkin! Kamu?" lirih Sasa tak percaya. Fiqa tak kalah kaget, sedangkan Aldo seperti sudah tahu

