"Cepat! Kejar!" Dor. Dor. Dor. "Dia menuju pintu belakang, cepat-cepat!" Arfan terus berlari. Sial! Tempat persembunyiannya ketahuan. Grep. "Diam! Atau kamu ingin mereka tahu kita disini. Cepat ikut aku!" Arfan mengikuti orang itu. Dalam hati dia bertanya-tanya, siapa gerangan lelaki misterius itu? "Diam disana! Biar aku yang urus." Arfan memilih diam mengikuti petunjuk sang penolong untuk bersembunyi di bagasi mobil. Entah sudah berapa lama dia bersembunyi di bagasi mobil hingga dia merasa mobilnya berjalan. Arfan masih bertahan, hingga mobil berhenti dan bagasi terbuka. "Keluar!" Arfan mengikuti orang tersebut untuk memasuki sebuah rumah sederhana. Tapi begitu masuk ke sana, ternyata ada ruang bawah tanah berisi senjata dan narkoba. "Mr. Q ...?" lirih Arfan. "Hehehe. Tak kusa

