Sesion 3 : 14. Teman Hidup

2055 Kata

"Hai El." Elang mendongakkan wajahnya, saat ini ia tengah sibuk mempelajari kasus yang akan disidangkan besok. Sehingga dia tak sadar ada yang mngetuk pintu. Ah, mungkin lebih tepatnya main nylonong masuk ke ruangannya. "Hai," sahut Elang pendek. "Mana Jovan?" "Lagi menemui Hakim Darma." "Oh." Elang menutup berkas yang tengah ia pelajari, kemudian berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu. "Mau kemana?" "Menemui Jo, aku ada perlu dengannya." Bohong, lebih tepatnya Elang tengah menghindar dari Vivian. Vivian menatap Elang yang keluar ruangan dengan pandangan sedih. Selalu seperti ini. Elang selalu menjarak darinya. Dulu karena Huda sekarang karena Jovan. Padahal dia memilih putus dari Huda demi bisa mengejar Elang, malah dia menjauh ke Purwokerto. Vivian menatap ruang kerja Elan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN