Bab 1
Sebut saja namanya Salsa, gadis berusia 19 tahun yang memiliki visual cantik nan imut dengan sikap periang nan ceria yang menganggap dance adalah sebagian dari hidupnya.Salsa begitu menyukai bahkan menggilai seni yang satu ini.
Namun sayangnya keluarganya tidak pernah mendukungnya sehingga membuat Salsa harus latihan secara sembunyi-sembunyi dengan teman-teman dancer nya di sebuah studio milik instruktur dance nya.
Orang tua salsa yang merupakan Manager dari sebuah perusahaan yang cukup besar nan terkenal malah ingin menjodohkan serta menjadikan Salsa menjadi istri kedua dari seorang pria berumur 35 tahun dan merupakan
CEO dari perusahaan tempat Papa Salsa bekerja yang juga memiliki seorang istri yang merupakan seorang guru.
Namanya Azriel Pratama,pria dewasa dengan visual bak seorang model pria dengan tubuh kekar dan warna kulit khas warna kulit Indonesia yang bewarna coklat.Sedang istrinya,Handini Putri yang biasa di panggil Dini itu merupakan seorang guru dari sekolah swasta yang juga di kelolah oleh keluarga Azriel.
Sesuai profesinya, Dini merupakan pribadi orang yang penyabar juga lembut.
Orang tua pria itu terus saja meneror Azriel dan juga Dini untuk segera memiliki anak,namun sayangnya Dini di takdirkan tidak bisa melahirkan seorang penerus keluarga mereka.Hanya saja Dini tidak bisa di karenakan kesehatannya yang lemah tidak memungkinkan baginya untuk bisa mengandung ataupun melahirkan sehingga Orang tua Azriel terpaksa meminta agar Azriel menikah untuk kali kedua guna mendapatkan seorang keturunan sebagai penerus untuk mereka.
Seperti biasa Salsa akan pergi latihan dance secara sembunyi-sembunyi agar tak di ketahui orang tuanya yang sejak awal memang tak pernah mendukung keputusan Salsa untuk terjun kedunia seni tersebut.
"Mau kemana kamu sal ?" tanya Rianti,mamanya Salsa yang melihat Salsa hendak keluar dari rumah dengan mengendap-endap seperti maling.
"Gak kemana-mana Ma, Salsa mau pergi les seperti biasa" jawab Salsa berbohong.
"Biar Mama yang antar, Mama juga pengen tau kemajuan belajar kamu seperti apa" ujar Rianti
Takut ketahuan oleh sang Mama akhirnya Salsa dengan terpaksa menyetujui perintah sang Mama walau saat ini Salsa merasa ketakutan juga tertekan kalau Mama nya sampai mengetahui kalau dirinya telah bolos belajar cukup lama karena asik dan berfokus pada latihan dance nya.
Di dalam mobil Salsa terus memainkan jarinya untuk meringankan rasa takutnya sambil terus berdo'a dalam hati agar guru les nya tak melaporkan dirinya yang sering bolos kepada Mamanya.
Entah apa yang akan dilakukan oleh Rianti pada Salsa jika benar Salsa telah bolos belajar selama ini.
"Ma,,Mama nanti setelah antar Salsa Mama langsung pulang aja ya Ma,," pinta Salsa
"Emang kenapa? Mama ingin liat kamu belajar kok. Emang gak boleh? Mama juga ingin ketemu sama guru les kamu, mau ngobrolin tentang kemajuan belajar kamu juga" jelas Rianti yang mulai curiga.
"Gak apa-apa sih Ma,,tapi kan Mama lagi sibuk" alasan Salsa.
Sebenarnya jika Salsa ingin memilih,Salsa ingin sekali masuk sekolah khusus dance, namun apalah daya ternyata orang tua Salsa malah ingin Salsa menjadi seorang akuntan besar dan malah memasukkannya dengan sekolah khusus akuntansi dan administrasi yang tak pernah diinginkan oleh Salsa.
Namun Salsa juga tak bisa menolak keinginan orang tua nya itu.
Di Tempat Les,,,
Semua orang terlihat lalu lalang keluar masuk sebuah gedung yang tidak begitu besar tapi juga tidak begitu kecil.
Salsa dan Mamanya memasuki bangunan tersebut menuju ruangan kelas pilihan Rianti.
Kebetulan saat itu guru Salsa juga melewati korodor yang sama dengan mereka.
"Halo ibu Rianti,,,apa kabar? Lama tidak bertemu" sapa guru Salsa.
"Saya baik bu,saya ingin menanyakan tentang kemajuan pelajaran anak saya ,Salsa bu" ujar Rianti
"Boleh bu,,silahkan ikuti saya kita ngobrol di ruangan saya saja" balas guru tersebut dengan sopan dan ramah.
Salsa berjalan mondar-mandir di kelasnya memikirkan apa yang akan terjadi padanya setelah Mamanya mengetahui kalau selama ini Salsa berbohong pada Mamanya untuk pergi latihan dance.
"Hai sal,,lama nih kamu ga masuk kelas" sapa salah satu teman Salsa.
"Eh iya,,aku sibuk" singkat Salsa canggung.
"Sal,,kemarin aku liat kamu loh di studio XX,,kamu ngapain di sana?"tanya Karin
"Ohh enggak ngapa-ngapain kok,cuman nemenin temenku yang lagi latihan aja"jawab Salsa lagi.
"Ehh yaudah yuk cari tempat duduk,sebentar lagi gurunya dateng"ujar Karin.
Tak berapa lama saat mereka berbincang dan semua murit masuk kedalam kelas,Handini Putri guru yang akan membimbing pelajaran mereka memasuki ruangan. Dan pada saat itu para murit laki-laki akan menyambut dengan semangat menggelora.
Sebelumnya, Salsa memang belum pernah bertemu dengan bu Dini. Wanita cantik , pintar nan hebat favorit semua murit.Nyatanya wanita ini sudah menikah sejak beberapa tabun lalu.Namun sayang,tuhan belum mempercayakan kehadiran malaikat kecil di dalam hidupnya sehingga membuat rumah tangganya hampir hancur .
Bukan karena keinginan suaminya,melainkan atas paksaan kedua mertuanya yang selalu saja menuntutnya agar bisa memiliki seorang penerus.
"Selamat sore semuanya,,," Sapa Bu Dini ramah seperti biasa.
"Sore bu cantik" sorak para murit laki-laki serentak.
"Silahkan duduk anak-anak. Ayo buka buku kalian dan buka halaman terakhir pelajaran kita" ujar Bu Dini.
Namun sejurus kemudian Bu Dini melihat ke arah Salsa dengan penuh selidik karena sebelumnya Bu Dini belum pernah melihat Salsa.
"Kursi nomor 5,,apa kamu murit baru? Saya belum pernah lihat kamu sebelumnya?" tanya Dini memastikan.
"Saya bu?? Saya murit lama bu,hanya saja saya,,saya,," jawab Salsa tergaguk.
Tok,,tok,,Seseorang guru yang juga bagian administrasi mengetuk pintu
"Maaf mengganggu wantunya sebentar bu,,"ujar sang admin.
"Tidak apa bu,,ada apa bu?" tanya Bu Dini tersenyum.
"Saya ingin mempermisikan murit yang bernama Salsa untuk keruangan saya sebentar.Ada urusan yang sangat penting bu,,"
"Baik bu,,silahkan. Ayo yang namanya Salsa maju kedepan" ujar Bu Dini.
Namun saat Salsa maju kedepan,tiba-tiba saja ada hal aneh yang mengganjal di hati Bu Dini
"Permisi bu,," ujar sang admin yang diikuti Salsa dengan wajah takut.
Setelah Salsa sudah keluar dari kelasnya,Bu Dini bertanya pada semua muritnya mengenai Salsa yang membuatnya sangat penasaran
"Anak-anak sebelum kita melanjutkan pelajaran,ada hal yang ingin ibu tanya pada kalian mengenai murit yang baru saja keluar tadi.
"Apa kalian semua mengenal Salsa?" tanya Bu Dini.
"Saya kenal bu,," jawab beberapa murit.
"Saya tidak mengenalnya bu"jawab sebahagian lagi.
"Bahkan saya belum pernah melihatnya bu" jawab yang lain.
"Baik,,terimakasih atas jawaban kalian.Sekarang buka buku kalian halaman 89" ujar Bu Dini.
Setelah bertanya tentang Salsa pada muritnya, Bu Dini memutuskan untuk kembali melanjutkan pelajaran mereka.
Sedang di ruangan lain,,,
Salsa memasuki ruangan setelah seorang guru yang tadi memanggilnya telah lebih dulu memasuki ruangan.Dengan canggup dan takut Salsa melangkah mendekati sang Mama yang terlihat menahan amarah.
"Silahkan duduk Sal,," ujar sang guru.
Salsa duduk di samping Mamanya dengan kaki yang sudah gemetaran namun Salsa berusaha untuk terlihat tenang.
" Jadi Salsa, bagaimana cara kamu menjelaskan tentang tindakan kamu kepada Saya dan juga kepada Mama kamuu? Kamu mengatakan pada Mama kamu kalau kamu selalu masuk jam pelajaran tanpa bolos,namun ternyata kamu berbohong dan malah pergi bersama teman-teman kamu untuk latihan dance?" ujar sang guru.
"Jawab Sal,,jangan diam aja" kesal sang Mama
"Maaf,,Maaf,," hanya kata maaflah yang hanya bisa Salsa lontarkan sambil menunduk dan menitihkan air mata.
"Jawab aja Sal, Mama ga akan terima permintaan maaf kamu kalau kamu belum jelaskan sama Mama apa yang sebenarnya terjadi" lanjut Rianti sang Mama.
Tangis Salsa tumpah setelah mendengar ucapan sang Mama yang bahkan tidak pernah mendengar keinginanannya yang sebenarnya.
"Bukankah sebelumnya Salsa uda pernah bilang sama Mama kalau Salsa tidak ingin belajar akuntan? Salsa hanya ingin menjadi dancer Ma,," ujar Salsa sambil menangis.
"Buka mata kamu lebar-lebar Sal,,,Apa yang akan kamu dapatkan dengan dance kamu? Apa dengan dance kamu akan bisa melanjutkan hidup? Bisa menghasilkan uang?" bentak sang Mama.
" Tenang dulu bu,,,jangan emosi," ujar sang guru yang berusaha menengahi.
"Baiklah bu, maaf sepertinya saya dan juga Salsa harus permisi pulang kerumah untuk membahas masalah kami. Maaf telah merepotkan dan mengganggu anda" ujar Rianti
"Baiklah,,silahkan bu. Tapi tolong kontrol emosi anda sebisa mungkin. Jangan sampai anda melakukan sesuatu yang akan membuat anda menyesal kedepannya" ujar sang guru yang sebelum berbicara menghembuskan nafas panjang terlebih dahulu.
"Baik,,terimakasih bu. Sampai jumpa kembali.Salsa ambil tas kamu" ujar Rianti.
"Baik,,ayo Salsa ibu akan menemanimu mengambil tas sementara Ibu Rianti menunggu di depan"
Salsa dan guru itu berjalan berdampingan menuju kelas Salsa sambil sedikit berbincang.
"Salsa bagaimana bisa kamu memilih jalan ini dan berbohong pada Mama kamu? Seharusnya kamu tidak perlu melakukan ini"
"Seandainya ibu tau cerita yang sebenarnya. Apa masih pantas ibu berbicara seperti ini kepada saya?" jawab Salsa yang masih terisak.
"Bukan begitu,,Baiklah Salsa lain kali saat kita bertemu ibu akan mendengar semua cerita yang ingin kamu sampaikan tanpa celah. Saya akan berusaha memahami situasi kamu dan juga dari pandangan Mama kamu"
"Baik bu,,terimakasih".
Setibanya di depan kelas, Salsa mengetuk pintu dan memasuki kelas. Kelas yang tadinya ribut dengan pembahasan pelajaran seketika senyap saat Salsa memasuki ruangan dengan wajah yang terlihat sembab dengan cukup jelas.
Semua orang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada seorang Salsa yang merupakan gadis ceria.Namun mereka tidak bisa melakukan apapun,mereka hanya fokus melihat Salsa mengambil tas nya dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Bu Dini juga terlihat sangat penasaran dan bertanya-tanya sehingga memutuskan untuk menemui guru yang tadi memanggil Salsa keruangannya untuk meminta penjelasan setelah ia menyelesaikan acara pembelanjarannya.
"Ayo anak-anak kembali fokus. Perhatikan buku kalian" ujar Bu Dini.
"Baik bu,," serentak para murit yang berusaha kembali fokus.
Setelah jam pelajaran selesai,Bu Dini hendak mendatangi ruangan guru yang memanggil Salsa tadi, namun saat Bu Dini baru saja keluar dari ruangan,ponsel Bu Dini berdering menandakan ada panggilan masuk.
"Halo mas,," sapa Bu Dini pada sesosok penelpon yang di ketahui adalah suaminya.
"Halo sayang,,,sudah jam istirahat?" tanya seorang itu di ujung telepon yang bernama Azriel.
"Sudah Mas, Mas uda makan?" tanya Bu Dini dengan lembut.
"Sudah,bagaimana dengan kamu? Apa pekerjaan kamu lancar hari ini?"
"Tentu mas,,kamu gimana? Apa ada masalah di kantor?"tanya Bu Dini sembari masuk kembali kedalam ruangannya.
Setelah puas berbincang dengan sang suami dan saling memberi perhatian, Bu Dini jadi melupakan tujuan awalnya untuk datang ke ruangan rekannya.