Keesokan paginya di tempat belahan bumi lain terdapat seorang lelaki yang sedang berdiri tegak dengan tas ranselnya yang masih setia berada di pundak. Kepalanya mendongak menatap langit pagi yang begitu cerah serta udara segar langsung masuk ke dalam rongga paru-parunya. Rasanya dia seperti terlahir kembali. “Akhirnya aku bisa terbebas,” gumam Ettan dengan tangis kebahagiaan. Ya, pada hari ini Ettan telah dinyatakan terbebas dari masa tahanannya setelah sekian lama mendekam di dalam jeruji besi yang lembab dan pengap. Hari ini juga Ettan bisa kembali merasdakan segarnya udara dan sejuknya angin yang sedari tadi menerpa permukaan kulitnya. Kakinya yang panjang perlahan melangkah menyusuri jalanan kota untuk mencari tempat persinggahan sejenak. Dia tahu dan sadar diri bahwa kehadiran

