8

1198 Kata

Garda terdiam di balkon kamarnya, mendongak ke atas menatap langit yang putih bersih tanpa awan. Angin berhembus kencang membaut semua anak rambutnya bergoyang. Tangannya meraba pahanya sendiri, lalu diremasnya kuat berharap akan merasakan sesuatu dari tindakannya. Namun, semua itu sama saja. Derap langkah kaki yang mendekat membuat Garda melepaskan cengraman pada pahanya, wajahnya kembali datar saat tahu siapa seseroang yang datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Seorang pria paruh baya berdiri di depannya, ke dua tangannya di masukkan ke dalam saku celanaya. “Mau sampai kapan kamu akan seperti ini, Garda?” tanya Oliver menatap putranya iba. “Nggak usah ngurusin urusan Garda, urus aja jalangmu itu,” jawab Garda nadanya terdengar sangat datar. “Sudah berkali-kali Papa bilan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN