Tibalah di mana hari yang telah di rencanakan dengan matang sebelumnya. Untuk pertama kalinya Sisil pergi ke luar kota tanpa di temani ke dua orang tuanya. Dan untuk pertama kalinya juga dia bekerja sejauh itu. Saat ini gadis itu sudah berada di kantor bersama dengan Cleve dan Garda. Suasana sangat hening sekali hanya terdengar detik jam yang berputar. Sisil pun bingung ingin memulai pembicaraan dari mana. “Sisil, semua keperluan kamu sudah di bawa semua?” tanya Cleve. Kalimat itu adalah kalimat terpanjang yang tercipta di ruangan itu. Sisil pun mengangguk, “Sudah pak.” Cleve mengangguk. Lalu ke dua matanya beralih pada kakak sepupunya, Garda. Lelaki itu masih sama saja seperti dahulu. Tidak ada perubahan. Terkadang Cleve sangat lelah sekali dengan sifat keras kepala Garda yang enta

