Berkali-kali Lila memberikan minyak kayu putih di tubuh Zenna, berharap gadis itu akan cepat sadarkan diri. Air mata wanita itu masih saja luruh. Tidak hanya Lila, semua orang yang berada di dalam kamar pengantin itu pun menangis. Perlahan ke dua mata Zenna mulai mengerjab, perlahan membuka kelopaknya. Semua orang yang berada di dalam sana ikut bahagia ketika melihat gadis yang sedang berpakaian baju pengantin itu sudah sadarkan diri. “Mama,” Ucap gadis itu dengan sura yang serak. Tubuhhnya mencoba bangun. Namun hanas dia belum mempunyai tenaga lebih untuk melakukan hal itu “Iya sayang, kamu butuh sesuatu?” Tanya Lila dengan nada yang begitu lembut dan terdengar menenagkan. “Tolong bantuin Zenna bangun,” Ucap gadis itu masih dengan nada yang lirih. Dimas sigap membantu sang putri u

