“Selamat ya sayang,” ucap Lila mencium ke dua pipi sang putri. Zenna pun kembali menitihkan air mata kebahagiaan. “Terima kasih, mah.” Lalu gadis itu memeluk sang mama dengan sayang. Hati gadis itu sangat bahagia, pasalnya pada hari ini dia sudah resmi menyandang status sebagai istri dari lelaki yang paling dicintainya. “Zenna, selamat ya.” Lovinta menghampiri sang adik lalu dipeluknya erat. “Kakak kapan nysuul?” Tanya Zenna dengan mata yang berkedip genit. Lovinta berdecak kesal, “Kakak lagi nggak mikir nikah nih.” “Terus kalo nanti si berondong di ambil sama janda gimana?” Zenna semakin gencar menggoda kakaknya yang memang terkadang tidak jujur dengan perasaanya sendiri. “Mana ada janda yang mau sama berondong?” Lovinta bertanya dengan alis yang memincing. “Loh, jaman seka

