74

1298 Kata

3 bulan kemudian …. Pagi ini Zenna dan Nean sedang bersiap-siap ingin mengunjungi kampung di mana keluarga Zenna tinggal. Saat ini ke duanya sudah menempati rumah yang Nean bangun di perkotaan, bukan lagi di rumah kayu yang berada di tengah hutan. Sesekali mereka datang ke sana hanya ingin berlibur dan bersantai berdua tanpa ada gangguan apapun. “Udah semauanya, sayang?” tanya Nean yang tiba-tiba saja muncul membuat Zenna yang sedang merias wajahnya terkejut. “Kak Nean, Zenna kaget,” perotes gadis itu dengan wajah yang masam. Nean tersenyum lalu langkahnya mendekat kearah wanitanya berada. “Kamu kenapa sih? Padahal kakak nggak ngomong keras loh.” Zenna menghela napasnya pelan. “Zenna juga nggak tau.” Nean mengecup bibir Zenna singkat lantaran gemas dengan bibir yang sedari tadi me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN