Bab 18 Fabian - Harapan yang Sama“Tuan Muda sampun tiba,” sapa Kang Tejo begitu melihatku berjalan dari arah pintu keluar. Tidak seperti waktu itu saat kami belum saling tahu. Kali ini Kang Tejo sudah lebih dulu mengenaliku. “Apa kabar, Kang?” tanyaku basa basi. “Sae, Mas. Langsung dateng penginapan nopo badhe jalan-jalan rumiyen, Mas?” Kang Tejo berjalan lebih cepat dariku. Tidak seperti waktu itu yang memintaku menunggu. Kang Tejo tidak melarangku ketika aku turut mengekor menuju tempat mobil terparkir. Menimang sebentar pertanyaan Kang Tejo, kemudian kuputuskan, “Ngopi dulu yuk, Kang! Ada yang mau saya tanyakan ke Kang Tejo.” Rasa penasaranku terhadap gadis itu, membuatku ingin menanyakan sedikit tentangnya kepada Kang Tejo yang mungkin mengetahui karena Kang Tejo tinggal di sekitar

