Bab 22 Fabian – Negeri di Atas AwanAngga bukanlah atlet lari, tetapi gerakan kakinya bisa membuatnya pergi dengan cepat. Meski tidak enak hati meninggalkan Syafea, urusan Angga menjadi lebih penting di sini. Berulang kali aku menghentikan setiap orang yang mengendarai sepeda motor. Tidak lagi peduli jika aku dianggap sebagai orang gila atau apa pun itu. Tujuanku hanya satu, menangkap Angga sebelum ia mengutarakan semua kepada Papa dan Mama. Kabar baiknya, aku masih punya Kang Tejo sebagai informan yang bisa kuandalkan. Atas jasa Kang Tejo, informasi yang beliau tuliskan melalui pesan singkat, aku tahu di mana Angga sekarang. Bersamaan dengan itu, ada manusia baik hati yang bersedia memberiku tumpangan. Tidak ingat siapa namanya ketika berkenalan di atas motor. Fokusku hanya satu dan tid

