"Minum, Pakde." Uma menyuguhkan sirup dingin warna merah, kesukaan para mantan buruh bapaknya dulu. Sahabat Uma, lantaran gadis itu terlalu sering main ke proyek. Dalih, agar bisa terus menaiki mobil bagus bapak tiri. Makin lama, Laksa sering mengajaknya agar tak terlalu banyak menangis di rumah, mengingat almarhumah sang ibu. Lalu, Kris lah yang lebih banyak menghibur Uma, setelah sang bapak baru kesayangan tiada. Di proyek, ia bermain di tempat aman. Mereka biasanya menempatkan Uma di bangunan setengah jadi yang menjadi tempat beristirahat buruh. Tetap dalam pengawasan pengasuh setianya—Krisdiantoro—. Lama-lama, tak hanya suka bau tanah dan debu proyek. Uma menjadi tempat curhatan dan mengobrol para buruh. Sejak dulu. Sejak usia 8 tahun. "Eciee .. yang dijodohin. Ganteng nggak sih, Mb

