Kepala Johan tertoleh saat Nanta muncul dari office diikuti dengan Lavanya. Ia menyenggol Teddy lantas mendekatkan mulutnya ke telinga temannya itu. "Siapa tuh cewek?" tanyanya penasaran. Teddy hanya mampu mengedikkan bahu. "Tau, dah. Kacung barunya Nanta kali," celetuknya asal berhasil membuat Johan menelan salivanya menahan kesal dengan bawahannya yang satu ini. Lavanya berjalan santai, masih mengekor tepat di belakang pundak yang sudah beberapa kali sukses membuatnya tersenyum penuh arti dalam setiap pertemuannya. Sampai tepat di samping meja yang sempat ia tempati, langkahnya tersenyum dengan sepasang netra terus tertuju pada lelaki yang tampaknya memilih untuk abai dari perhatiannya. Ia duduk perlahan, dengan mata masih menatap punggung itu dan seolah terpaku erat. Langkah Nanta ta

