KTA’S 71 – Pain Witness

2215 Kata

Satu pesan masuk seperti bunyi desau dedaunan tertiup angin melewati celah-celah ranting lalu menitipkan rindu-rindu yang minta untuk segera diobati.Kamu masih sibuk? Itu isi pesan yang Andi kirimkan membuat jemari Nanta gegas menari di atas papan ketik ponselnya dan bukal lagi di daerah kekuasaan Laisa seperti beberapa tempo lalu. Ia mendesah pelan, waktu begitu saja cepat bergulir seolah sudah tak sabar untuk mencapai titik akhir. Nggak terlalu, Mas. Cuma ya, masih ada beberapa tugas yang harus aku selesaikan minggu-minggu ini. Dan begitu balasannya untuk Andi di seberang. Selang lima menit, satu pesan dari Andi kembali masuk ke ruang notifikasi ponselnya. Ya sudah, setelah tugasmu selesai pulang, ya. Udah satu bulan kamu nggak pulang. Nanta terkekeh melihat bagaimana cara kakaknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN