KTA’S 72 – Be Leave

2295 Kata

Bapak tak pernah ada. Entah perginya ke mana. Ia rasa tak lagi membutuhkan peran pria itu. Ada dan tidak adanya tetap sama. Bapak tak pernah hadir saat semua anaknya dikerubungi dukacita. Bapak seakan selalu menghilang seperti di telan tinta malam.Bapak tak pernah ada. Dan apakah pria itu paham dengan arti dukacita? Dan apakah pria tua itu mengerti arti kehilangan yang amat menyiksa? Ia tahu, ia anak yang tidak tahu diuntung. Tapi apakah selama ini Bapak pernah memberikannya yang terbaik selain tuntutannya? Gagasan itu menjejal ke dalam benaknya yang sudah terlanjur pengap. Membuat napasnya megap oleh sesak yang terus-menerus mendesak dan entah kapan akan menemui titik hentinya. Mungki kala kematian datang. Ia megap. Butuh dari tak sekadar udara yang menyuplai paru-parunya. Ia butuh lebi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN