"Hai." Bersama sepasang sudut bibir yang dibiarkan mengembang sempurna gadis itu menyapanya dengan nada cerita. "Iya," sahutnya sederhana lalu membalas senyuman yang diberikan gadis itu dengan mengangkat kedua sudut bibirnya. "Thanks, ya. Semalem lo udah mau dengerin curhatan gue," ucap gadis itu lagi seraya membangku di depan komputer dan menaruh puluhan lembar kertas yang didekapnya ke meja. "Ya, santai aja." Nanta yang tengah menjatuhkan butiran kril ke dalam akuarium menganggukkan kepala. "Pagi-pagi gini nugas?" basa-basinya kemudian melihat Tiffany menyalakan komputer yang telah terhubung dengan mesin cetak. "Tugasnya sih selesai, cuma mau numpang nyetak," balas Tiffany jujur lalu tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya. "Oh." Nanta kembali mengalihkan pandang

