KTA'S 34 - Never Got

2138 Kata

Laisa tertegun mendengar pertanyaan yang Nanta lontarkan itu. "Nan. Lavanya tetaplah Lavanya. Dan aku pun sama, akan tetap menjadi diri aku. Kamu nggak bisa menuntut seseorang untuk berubah," ujarnya kemudian. Nanta hanya mendesah pelan. "Beri dia waktu dan kesempatan untuk menjadi dirinya sendiri demi kamu," tambah Laisa. "Apalagi aku percaya, kalau dia bisa membuat kamu bahagia di kemudian hari." "Hati nggak bisa dipaksakan, La. Saya cuma mau kamu. Udah, itu aja." "Kita berdua tau kalau semua nggak semudah itu. Nggak semudah yang kita bayangkan." Nanya mendesah berat. "Jadi?" tanyanya lekas. "Jadi gimana?" Laisa menoleh kepadanya dengan dua bola mata mengerling. "Ya, menurut kamu saya harus gimana?" kata Nanta memperjelas. Berhasil membuat Laisa mengembuskan napas panjangnya. "Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN