KTA'S 48 - Chaotic

2157 Kata

Silir angin menyentuhnya dengan embusan tidak ramah. Pun membuat bunyi kersak dari dedaunan seolah hadir untuk menemani sunyinya yang senyap. Sudah beberapa kali ia mendesah berat dengan napas yang masih menyisakan sesak saat harus terembus. Seseorang menyodorkan segelas kopi hangat ke hadapannya, membuat kepalanya tertunduk untuk melihat kopi macam apa yang laki-laki itu sodorkan padanya. "Tadinya mau Mas kasih sianida. Tapi ternya obat itu nggak dijual secara bebas," kelakar Handara terdengar datar. Nanta segera menerima kopi dari tangan Handara tanpa berbicara apa-apa. Tatapannya kembali tertuju lurus pada deretan gedung pencakar langit dengan kerlap-kerlip cahaya di depannya. "Kamu tau gedung yang paling tinggi itu?" tanya Handara menunjuk ke arah gedung yang memilik atap segitiga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN