Dokter yang tadi sempat Handara desak untuk memberi penjelasan tentang keadaan Ibu kini muncul di balik pintu ruang operasi. Pria paruh baya berpakaian serba hijau itu gegas menghampiri Bapak yang terduduk pada deretan bangku panjang yang tersedia di koridor ruang operasi. Membuat Bapak lekas bangkit dari duduknya dan menyambut kedatangan sang dokter dengan raut wajah penuh tanya. "Ada beberapa hal yang harus saya beri tahu terkait kondisi pasien," ucap Dokter. Pandangan Bapak mengedar ke arah Handara dan Andi, lalu beralih pada Nanta yang mengayunkan sepasang kakinya mendekat. Bapak pun mengangguk. "Mari ikut saya ke ruangan," ajak sang dokter lantas berlalu mengawali langkahnya yang lekas diikuti Bapak. Nanta masih berusaha menenangkan Doni yang masih terisak menahan sesak. Meski di

