Setelah selesai makan malam, Mereka pergi ke ruang tamu untuk ngobrol ngobrol santai.
Kayla yang duduk di sebelah Alvin merasa deg deg kan, ini pertama kali nya ia bisa duduk berdampingan di sebelah Alvin.
Sebelum nya ia tidak pernah sedekat ini sama Alvin, bahkan Alvin selalu saja menghindari.
" Vin gimana kerjaan kamu ? " tanya Papah.
" Baik baik aja pah, semua nya Alvin bisa atasi. " jawab nya yang begitu santai.
" Udah sampai mana hubungan kalian ? " tanya Bunda.
Kayla dan Alvin hanya saling tatap menatap, mereka berdua bingung menjawab pertanyaan Bunda.
" Ya biasa aja Bun. " jawab Alvin.
Kayla tidak bisa menjawab pertanyaan Bunda, karena ia saja sudah berkali kali mencoba meluluhkan hati Alvin, namun selalu saja gagal.
" Terus kapan kalian mau bikinin Bunda sama Papah cucu ? " tanya Bunda dengan nada yang meledek.
Alvin yang mendengar perkataan seperti itu langsung terkejut. boro boro mau bikin cucu, ia bahkan tidak pernah memberikan waktu nya untuk Kayla.
Setiap hari libur saja, Alvin selalu pergi bersama teman teman nya dan meninggalkan Kayla sendiri di Apartement.
Sedangkan kalau hari kerja, Alvin sibuk dengan kerjaan nya dan selalu pulang larut malam.
Sehingga mereka berdua tidak ada waktu untuk ngobrol bersama. Bukan Tidak ada waktu, hanya saja Alvin yang seperti menghindar dari Kayla.
' Boro boro mau bikin, Berduaan buat ngobrol aja, Alvin gak pernah mau. ' ucap Kayla dalam hati.
" Apaan si Bun. ngomong nya gak usah yang aneh aneh. " ucap Alvin.
" Ko aneh Vin, Apa yang di bilang sama Bunda kamu itu bener. " ucap Papah.
" Ya aneh lah Pah. Alvin sama Kayla masih terlalu muda. Lagian Kayla juga masih kuliah. "
"Ya tapi kan Bunda udah kepengen punya cucu dari kalian. Lagian ga ada salah nya kalo Kayla punya anak sambil menyelesaikan kuliah nya. ya ga Kay ? " ucap Bunda.
" Iya Bun. " jawab Kayla yang bingung.
Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa dengan pembahasan yang Bunda dan Papah mertua nya katakan.
Berusaha untuk mengambil hati Alvin saja sudah sangat sulit dan hampir membuat nya ingin menyerah.
Sekarang ada pembahasan tentang cucu, bagaimana bisa ia berikan, kalo hubungan nya dengan Alvin saja tidak baik baik.
Mereka terus membicarakan cucu dan cucu. Bunda sangat kepengen Alvin dan Kayla segera mempunyai anak.
Sehingga Bunda dan Papah bisa menggendong dan bermain dengan cucu nya.
Hari semakin malam, tidak terasa obrolan mereka membuat mereka tidak sadar akan waktu.
Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam. Bunda meminta Alvin dan Kayla untuk tetap tinggal di rumah nya.
Awal nya Alvin menolak, namun karena Bunda nya yang terus memaksa nya dan ia juga tidak bisa membantah Bunda, akhir nya mereka berdua nginap di rumah Bunda.
Ini kali pertama Kayla menginjakan kaki nya di kamar Alvin. ia sebelum nya tidak pernah masuk ke kamar Alvin.
Sampai di kamar Alvin, Alvin pergi ke kamar mandi. sedangkan Kayla melihat lihat isi kamar Alvin.
Kamar Alvin terlihat sangat rapih, padahal biasa nya kamar laki laki tidak serapih ini walaupun sudah lama tidak di tempati Alvin.
Semua terlihat tertata rapih tidak satu pun yang terlihat berantakan di kamar itu.
Namun ada satu hal yang membuat Kayla penasaran. ia menemukan sebuah foto di atas meja Alvin.
Foto itu adalah foto Alvin sedang bersama seorang perempuan yang terlihat sangat dekat.
Ia sangat penasaran, siapa perempuan yang foto bersama dengan Alvin ini. mereka terlihat sangat serasi di dalam foto ini.
' Siapa ya perempuan ini? ' tanya nya dalam hati.
Tiba tiba Alvin keluar dari kamar mandi dan melihat Kayla sedang memegang bingkai foto nya.
Ia segera mengambil bingkai foto itu dari Kayla dan meletakan nya kembali di atas meja nya.
" Siapa yang ngijinin lu buat pegang pegang barang barang gua ? " tanya Alvin.
" Aku cuman mau liat doang Vin. emang siapa perempuan itu, ko kamu kaya marah banget aku liat foto itu ? " tanya Kayla.
" Gak usah mau tau apa yang jadi urusan gua, lu urus aja urusan lu. " ucap Alvin lalu meninggalkan Kayla.
Alvin terlihat sangat tidak suka Kayla memegang foto itu dan menanyakan tentang perempuan yang ada di dalam foto itu.
Kayla bingung dengan perilaku Alvin. ia bisa berubah rubah menjadi baik dan bisa kembali menjadi dingin kepada nya.
Ia hanya menanyakan hal biasa saja, tapi mengapa Alvin segitu marah nya kepada nya.
Alvin sekarang berada di halaman depan, Ia sedang duduk sambil terdiam. Ia memikirkan apa yang baru saja dia lakukan kepada Kayla.
Tidak seharus nya Alvin bersikap seperti ini kepada Kayla. perilaku nya kepada Kayla benar benar sudah di luar batas.
Ia merasa seperti menyesal sudah berlaku kasar kepada Kayla, ini tidak adil untu Kayla.
Papah yang lewat melihat keberadaan Alvin yang sedang duduk, langsung menghampiri Alvin dan duduk di sebelah nya.
" Kamu kenapa ko belom tidur ? " tanya Papah.
" Alvin belom ngantuk Pah, Papah sendiri kenapa belom tidur ? " tanya Alvin.
" Papah abis ngambil minum, ga sengaja Papah liat kamu di duduk di sini. kamu baik baik aja kan ? "
" Alvin baik baik aja ko Pah. ko Papah tanya Alvin gitu. "
" Ya keliatan dari wajah kamu, seperti ada yang di pikirin. "
" Ga ko Pah, Alvin baik baik aja. "
" Kalo ada apa apa cerita aja sama Papah, apa kamu lagi ada masalah sama hubungan kamu dan Kayla ? "
" Ga ko Pah. Alvin sama Kayla baik baik aja. Cuman kita masih butuh proses saling mengenal. "
" Kalian kan udah tiga bulan menikah, masa masih butuh proses mengenal. "
Alvin hanya tersenyum mendengar perkataan Papah nya.
Benar saja apa yang di katakan Papah nya, mereka sudah menikah selama tiga bulan, tapi sama sekali tidak ada perubahan apapun.
Bahkan sampai detik ini, perilaku Alvin kepada Kayla sangat tidak baik.
Ia selalu saja bersikap kasar dan dingin kepada Kayla, tapi Kayla sama sekali tidak pernah berperilaku yang sama kepada nya.
Kayla selalu bersikap baik walaupun berkali kali Alvin kasar kepada nya. Kayla perempuan yang benar benar baik.
Tidak seharus nya ia memperlakukan Kayla seperti ini. Ia harus memberikan kesempatan kepada Kayla.