Kayla memberikan bekal kepada Alvin, namun Alvin menolah nya dan tidak mau membawa bekal yang Kayla buat.
Ia segera buru buru pergi karena ia sudah hampir terlambat untuk berangkat ke kantor.
Alvin sudah pergi, Kayla hanya terdiam. ia tidak tahu kenapa Alvin berubah menjadi seperti ini lagi.
Baru semalam ia merasakan senang, karena Alvin mau makan masakan nya, namun pagi ini Alvin berubah kembali.
Ia menjadi sosok yang cuek dan dingin, bahkan ia tidak mau sarapan dan membawa bekal yang sudah Kayla siap kan untuk nya.
Alvin benar benar seperti batu yang susah sekali di cairkan tapi terkadang ia bisa menjadi orang yang baik.
Kayla akhirnya merapihkan semua makanan yang telah dia masak dan membuang semua makanan itu ke tempat s****h.
Seperti nya apapun yang ia usahakan selalu saja Alvin tidak menghargai. mau sampai kapan Alvin terus seperti ini.
Apa benar benar ia tidak bisa membuka hati dan memberikan Kayla kesempatan untuk bisa menjadi istri nya.
Kayla ingin menyerah rasa nya, semua usaha sudah ia lakukan untuk mendekati hati Alvin tapi selalu Alvin bersikap dingin kepada nya.
Bagaimana mungkin bisa pernikahan ini berjalan dengan baik baik saja, apakah perpisahan adalah hal yang terbaik untuk Kayla dan Alvin.
" Apa sebaik nya gua pisah aja sama dia. gua benar benar cape dengan semua nya. " ucap Kayla.
Ia mengeluarkan air mata, ia benar benar sudah tidak tahan lagi dengan pernikahan yang seperti ini.
Seharus nya orang menikah untuk bahagia, bukan untuk menderita dan penuh tangisan di dalam nya.
Handphone Kayla berbunyi, ternyata yang menelfon nya adalah Bundah nya Alvin. Ia segera menghapus air mata nya dan mengangkat telphone nya.
" Hallo Bun. " dengan suara yang masih terdengar menangis.
" Hallo sayang. Loh ko suara kamu kaya abis nangis. kamu gak apa apa kan Kay ? " tanya Bunda yang mendengar suara Kayla terdengar seperti habis menangis.
" Kayla gak apa apa ko Bun. Bunda ada apa telphone Kayla pagi pagi ? " tanya Kayla yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
Ia tidak ingin Bunda mengetahui jika ia habis menangis karena anak nya yang masih bersikap dingin kepada nya.
" Kamu benar gak apa apa, apa ini ada kaitan nya sama Alvin ? " tanya Bunda.
" Gak ko Bun. "
" Kalo Alvin macem macem kamu bilang ya sama Bunda. "
" Iya Bun. "
" Oh iya, Bunda nelphone kamu mau minta kamu sama Alvin nanti malam makan di rumah Bunda ya, Bunda kangen banget sama kalian. "
" Baik Bun, nanti Kayla bilang sama Alvin ya Bunda. "
Seperti nya hubungan Kayla dan Alvin akan ketauwan oleh Bunda, ia takut Bunda tahu bagaimana perilaku Alvin terhadap nya.
Setelah selesai telfonan, Kayla mengirim SMS ke Alvin memberi tahu Alvin, bahwa Bunda mengundang Kayla dan Alvin untuk makan malam.
Ia memastikan Alvin akan datang dan tidak pulang malam lagi, ia berharap Alvin mau makan malam di rumah Bunda nya.
Karena malam ini, malam pertama ia makan malam bersama sama dengan orang tua Alvin yang kini adalah mertua nya.
Akhir nya Alvin mau untuk makan malam di rumah nya, Kayla sangat senang. Ia berharap ini akan menjadi langkah yang bagus untuk bisa mendapatkan hati Alvin.
Di sisi lain, Alvin mencoba menyelesaikan pekerjaan nya hari ini juga. ia tidak ingin menunda nunda pekerjaan nya.
Ia terus fokus dengan pekerjaan nya, hingga akhir nya, ia bisa menyelesaikan pekerjaan nya.
Alvin melihat ke arah jam, waktu sudah sangat sore. Ia harus segera pulang karena ia sudah janji kepada Kayla untuk pulang cepat dan pergi malam di rumah orangtua nya.
Sampai di rumah, ia melihat Kayla yang sedang menunggu nya di ruangan dengan dress yang sangat bagus.
Kayla terlihat sangat cantik menggunakan dress putih. Alvin sempet tidak henti memandangi Kayla.
" Vin. " panggil Kayla.
" Ahh iya. " jawab nya yang langsung tersadar.
" Ko diem aja. ada yang aneh ya sama aku ? " tanya Kayla.
" Biasa aja. gua ganti baju dulu. " ucap nya.
" Aku udah siapin baju kamu di atas kasur ya. " ucap Kayla.
Alvin hanya terdiam dan segera untuk bersiap siap. Ia merasa ada yang aneh pada diri nya.
Setelah melihat penampilan Kayla, ia merasa jantung nya berdebar dan pandangan nya seperti tidak mau terlepas.
Ia benar benar tidak tahu apa yang terjadi pada diri nya, kenapa ia bisa seperti itu.
Setelah selesai bersiap siap. Kayla dan Alvin berangkat ke rumah orangtua nya.
Sampai di sana, Bunda sudah menunggu di depan rumah. Bunda tidak sabar dengan kedatangan Kayla dan Alvin.
Setelah menikah, Alvin sama sekali tidak pernah ke rumah dan makan bersama sama.
Hari ini, hari pertama Alvin dan Kayla makan di rumah nya. Ia sangat senang.
Saat Kayla dan Alvin sampai, Bunda langsung memeluk Kayla denangn penuh senyum.
Ia sama sekali tidak menggubris keadaan Alvin, dan mencuekin Alvin, ia hanya memeluk menantu nya, Kayla.
" Bunda seneng banget kalian akhir nya Dateng juga. " ucap Bunda yang masih memeluk Kayla.
" Seneng si seneng, Anak nya sama sekali gak di peluk. " ucap Alvin dengan ucapan yang jutek.
" Oh iya Bunda lupa, kalo ada kamu. " ucap nya dengan tertawa.
" Bunda apa kabar ? " tanya Kayla.
" Bunda baik sayang, kamu baik baik aja kan, Alvin gak jahat kan sama kamu. "
" Aku baik Bun, engga ko. Alvin baik sama aku. " ucap nya yang membuat Alvin melihat ke arah nya.
Kayla menyembunyikan sifat Alvin yang sebener nya kepada nya. Ia tidak ingin Alvin di marahin Bunda nya.
Bunda menyuruh Kayla untuk masuk dan segera makan malam. Di sana sudah ada Papah nya Alvin yang sudah di siap di meja makan.
Kayla dan Alvin menghampiri nya dan Saliman. Papah yang melihat Alvin dan Kayla Dateng ikut seneng.
Mereka sudah lama tidak kumpul kumpul dan makan bersama setelah Alvin menikah.
Kini anak nya telah menjadi laki laki yang sudah berumah tangga. waktu begitu sangat cepat.
Sehingga kini anak nya sudah menjadi seorang suami dan pemimpin. ia sangat bangga pada Alvin.
Ia juga merasa tidak salah telah menikah kan Alvin dengan Kayla anak dari teman nya.
Ia berharap pernikahan Kayla dan Alvin akan langgeng dan cepat cepat mempunyai keturunan.