Nindya pov Langkahku yang menghampiri meja panjang susunan menu breakfast western dihentikan Abra. "Apa lagi?” tanyaku ketus ketika dia menarik lenganku. "Sepuluh tahun lebih perutku diisi makanan begitu” tunjuk Abra pada meja yang dipenuhi roti tawar, croissant, pancake, sosis omelet, dan makanan yang menurutku sama sekali tidak bikin kenyang. Laki-laki itu dengan seenaknya kembali menarikku ke meja kayu yang dipenuhi makanan khas bali. "Paket sarapan yang recommended apa bli?” tanyanya pada seorang lelaki dengan pakaian khas bali. Dengan ramah pelayan tersebut menjelaskan apa saja menu tradisional bali yang paling banyak disukai. Aku ikut mendengarkan di samping Abra. Sampai kemudian mengangguk kecil pada menu paket yang ditunjuk Abra. Tanpa benar-benar mengamati. Abra mengajakku

