Part 25

1329 Kata

Nindya pov Degup jantungku berpacu cepat sejak setengah jam yang lalu sampai disini. Air mataku yang sekuat tenaga kutahan tumpah begitu berdiri di depan makam Syahna. Kugigit bibirku untuk mencegah suara tangisku keluar. Ayya yang berdiri di sampingku menangis tersedu. Didekap Abra yang berlutut di belakangnya. "Mama Ayya kenapa pergi om?” tanya gadis itu di tengah tangisnya. "Mama gak pergi, Mama Ayya ada disini, gak pergi kemana-mana” jelas Abra dengan menunjuk hati Ayya. "Sekarang Ayya bilang apa yang Ayya pengen katakan ke mama" Ayya kembali menatap makam yang ditaburi bunga itu. Menangis menyentuhkan tangan mungilnya ke tanah. "Ayya sayang sama mama" Cukup dengan kalimat itu membuat hatiku merasa diremas. Dengan pandangan kabur karena air mata, kutatap nisan Syahna. Dalam hati

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN