Tutup Mulut

1033 Kata

Alfi saat itu memang marah sama Denik. Tetapi dia tidak mungkin melampiaskan amarahnya ke Denik, karena dia memang tidak tahu apa-apa. Seketika, Alfi langsung mengkhawatirkan Dania. Dia takut berita itu menyebar luas dan akan berdampak buruk bagi Dania. Saat itu, Alfi segera mengambil handphonenya dan menghubungi Dania. "Sayang, maafkan aku," ucap Alfi tiba-tiba saat Dania baru saja mengangkat sambungan teleponnya. "Ada apa mas? Kenpa mas tiba-tiba minta maaf?" "Tadi ada tetangga kamu yang ke sini, katanya mau mencari kipas angin." "Tetanggaku? Siapa mas?" "Aku juga tidak tahu, dia nggak begitu tinggi, dan tubuhnya sedikit berisi. Orangnya aktif, banyak bicara." "Hah? Itu pasti Mbak Sum. Soalnya tadi pagi mbak Sum tanya-tanya tentang toko elektronik Mas." "Mbak Sum? Beneran tetang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN