Dania hanya bisa diam dan menatap Pak Farhan di tempatnya. Lalu perlahan, dipandangnya langkah kaki peran yang semakin lama semakin menjauh. Melihat itu, dan ia segera beranjak dari tempat duduknya, lalu mengejar Farhan sampai keluar. Semua mata tertuju pada Dania. Pada saat seperti ini, bisa-bisanya dia mengejar orang yang baru saja dia kenal? Alfi pun Memandang Dania dengan pandang heran. Kenapa Dania malah mengejar laki-laki itu? Sementara Ratih, memandang sang suami dengan hati yang nyeri mengetahui fakta bahwa laki-laki yang amat dicintainya tidak berusaha untuk mengucapkan kata maaf atas apa yang sudah dia lakukan. Bahkan berani-beraninya Dia menepuk pundak dunia di hadapan sang istri sah. "Mas, Aku perlu berbicara berdua denganmu." "Ayo kita ke dalam," ucap Alfi. Dia segera

