Da nia dan Alfi duduk di sofa ruang tamu rumah kontrakannya. Mereka dikitari oleh orang-orang yang sengaja dipanggil Amin tadi. Mereka duduk di sofa dihadapan dania juga di samping kanan dan kirinya. Alfi dan Dania duduk berdampingan. Dan ia menunduk malu. Rasanya Dia seperti ditelanjangi di hadapan orang-orang itu. Malu, sakit, menyesal. Semua campur aduk menjadi satu. Sesaat keadaan menjadi hening. Tak ada satu orang pun yang bersuara. Hanya suara isakan tangis Ratih yang sesekali terdengar. Alfi belum angkat bicara. Dia masih menunduk dan menenangkan diri. Menjelaskan sesuatu kepada Ratih saat ini juga tidak akan menyelesaikan masalah. Ratih tidak akan mendengarnya. Sementara Amin memandang mereka berdua dengan tatapan angkuh. Apakah dia sakit hati? Iya, hanya sedikit. Karena mema

