Dania terdiam, berpikir. Sebenarnya dia juga ngeri kalau harus tidur di pom bensin seperti ini. Apalagi pasti orang akan datang hilir mudik sekedar untuk melepas lelah. Dia juga khawatir kalau saat tertidur ada yang sengaja mengambil barang-barangnya. Namun, Apakah dia sanggup jika harus datang ke rumah Ratih lagi? Kejadian kemarin di kamar belakang masih terekam jelas di memorinya. Tentu saja sebagai manusia normal dan masih punya hati dia merasa bersalah. Dia merasa bersalah karena sudah bermain di belakang sahabatnya. Namun, Apakah dia bisa menolak kalau kesempatan itu akan datang lagi ketika mereka tinggal dalam satu rumah? Tidak, cukup sekali dia melakukan dosa besar itu. Ratih sangat baik terhadap dirinya. Dia tulus ingin membantu, Bagaimana mungkin Dania tinggal di rumah itu dan

