Dania melambaikan tangan dengan enggan kepada Alfi dan Ratih yang saat itu sudah berada di dalam mobilnya. Dia ulas senyum palsu di hadapan Ratih dan Alfi. Alfi membunyikan klakson mobilnya, lalu mengangguk ke arah Dania, seperti lazimnya seorang tamu yang pamit kepada tuan rumah. Senyum yang dipamerkan oleh Alfi adalah senyum penuh dengan rasa khawatir. Sebenarnya dia tidak tega melihat Dania sendirian di situ. Ingin rasanya Dania dia bawa pulang. Ingin dia menenangkan Dania yang masih tampak begitu tertekan. Dia tidak tega melihat Dania yang kembali menjadi pribadi yang pendiam dan tidak percaya diri seperti saat mereka belum dekat. Dia takut Dania akan depresi karena masalah yang tidak kunjung selesai. Dania masih menatap mobil Alfi yang perlahan menjauhi rumah kontrakannya. Rasa

