Dania memegangi pipinya yang masih terasa panas. Sebenarnya itu bukan pertama kali Dania ditampar oleh bapaknya sendiri. Namun kali ini lebih menyakitkan karena diikuti oleh kalimat mengusir. Dania benar-benar merasa sakit hati dengan kalimat yang baru saja di lontarkan oleh ayahnya. Kalau dania sudah tidak diterima di rumah itu, lalu dia akan pergi kemana? Tidak ada tempat yang bisa dia tuju. Dia tidak punya teman dekat selain Ratih yang sekarang sudah dikhianati. Ah, ini benar-benar keadaan tersulit untuk Dania. Semarah apapun pak Hardi, tidak pernah dia sampai mengusir dania dari rumah. Namun kali ini, dia merasa tingkah laku anaknya benar-benar sudah tidak bisa ditolerir lagi. Bagaimana bisa seorang perempuan kabur dari rumah lelakinya lalu dia malah menginap di rumah suami orang? Ora

