Baru saja orang-orang pergi, Pak Hardi datang. Keningnya berkerut, saat melihat anak dan istrinya saling merangkul dalam tangis. "Ini ada apa? Kenapa pada nangis di sini? Terus kenapa orang-orang pada keluar dari sini?" tanya Pak Hardi. Matanya membulat. Dia tahu ada yang tidak beres. Dia juga ingin meledakkan amarah karena melihat Dania yang sudah dikeluarkan dari kamar oleh ibunya. Mereka berdua belum bisa menjawab apa-apa. Masih saling berangkulan dalam tangis. Mereka berdua tahu kalau pak Hardi sampai mengetahui kejadian yang sebenarnya, pasti amarah beliau akan semakin meledak. "Jawab! Kalian kenapa? Terus kenapa Dania bisa keluar? Ibu yang mengeluarkan Dania?" Pak Hardi berbicara dengan nada suara tinggi. Bu Dewi melepaskan pelukannya dari Dania. Dihapusnya air mata yang d

