" buang dan hancurkan mereka semua yang mengganggu rencanaku!! " ucap niko dengan nada tinggi
kaki Tasya gemetar ketika mendengar Niko berucap begitu ia tak tau maksud Niko apa namun pastinya pria itu akan menghancur orang lain atau bisa saja membunuh nya jika rencana nya tak berjalan dengan lancar.
Tasya kembali ke kamar nya ia sungguh takut menatap Niko sekarang ia masih terbayang dengan kejadiannya beberapa tahun lalu , ia takut sungguh , jika kejadian itu akan terulang kembali .
orang orang tersayang nya tlah meninggalkannya karena itu , ia tak ingin jika orang lain merasakan apa yang ia rasakan tapi bagaimana , tak mungkin jika ia meminta Niko untuk membatalkan omongannya , sama saja ia meminta Niko untuk membunuhnya secara tak langsung .
karena Tasya tau perkataan Niko itu mutlak tak bisa diganggu gugat pria itu sama seperti nya yang keras kepala .
tubuhnya masih gemetar ketakutan di dalam kamarnya , perasaan beberapa tahun lalu masih terasa di dalam lubuk hatinya .
samar samar ia ingat ada ketika orang orang bertubuh besar datang ke rumanhya mengancurkan tempatnya dan membantai beberapa orang tersayang Tasya, Tasya tak bisa membantu gadis itu masih terlalu belia untuk membela , umurnya masih 7 tahun saat itu seingatnya .
.
.
.
Niko yang sudah selesai menelpon pun meletakkan handphonenya di dekat nakas meja kantornya lalu keluar kamar menuju dapur ,perutnya sudah tak bisa di ajak kompromi dari tadi berteriak minta diisi.
namun ketika ia sampai di ruang makan wanita yang tadi sedang sibuk memaksa untuk membantu didapur tak nampak sekarang . ntah kemana gadis itu pergi lagi pikir Niko .
"bik kemana Tasya ? " tanya Niko ke bik mirna
"bukannya ke ruangan tuan ya, tadi bibik minta nona tasya untuk memanggil tuan agar makan bersama"
"ke ruangan ku ? tidak ada bik " ujar Niko yang kebingungan sebab dari tadi ia sangat sibuk dengan panggilan yang mendadak .
karena malas untuk menunggu Tasya pria itupun langsung saja memakan sarapannya setelah itu baru ia akan mencari gadis nakal itu, pikirnya.
setelah selesai makan Niko mencari Tasya ke kamarnya dan benar saja gadis itu sedang tertidur lelap di ranjangnya , Niko mendekat dan membenarkan rambut Tasya yang menggangu penglihatannya . namun ia terkejut ketika melihat air mata yang masih berbekas di pipi gadis itu .
"dia nangis ? ada apa lagi? " pikir Niko
Tasya yang terganggu tidurnya karena gerakan Niko pun terbangun , ia sungguh terkejut ketika melihat Niko yang menatap nya begitu intens dengan jarak yang begitu dekat .
"kenapa ?" tanya Tasya dengan sedikit menjauhkan wajahnya dari NIko
"kau tak makan ? dan malah berakhir nangis di sini ?" tanya Niko yang sudah duduk dan menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang milik Tasya.
"aku tidak menagis" ucap tasya yang mencoba membersihkan bekas air matanya di pipinya dan duduk sejajar dengan Niko
" masih bisa mengelak setelah ada bukti " ucap NIko dengan wajah datarnya
" sungguh aku tidak menangis ini , ini hanya.."
"hanya ... hanya apa ? air hujan yang menetes? kau pikir rumah ku atapnya bocor apa ha !! " caci Niko
Tasya takut membalas ucapan Niko , ia hanya terdiam mendudukan kepalanya .
"kenapa kau menangis ? " tanya Niko dengan suara nya yang sedikit lembut menurutnya
"t-tid-
"berhenti keras kepala Tasya, kasih tau aku kenapa kau menangis " potong niko
"hmmm... tadi aku mendengar tuan sedang menelpon dengan seseorang" ujar tasya pelan namun dapat didengar dengan Niko
"terus?" tanya pria itu lagi
" tuan mau menghancur orang lain jika d-dia m-menggangu rencanamu" ucap tasya dengan kepalanya yang masih setia menunduk dan matanya yang sudah berkaca kaca
"terus ?" tanya Niko kembali sungguh ia bingung kenapa hal itu bisa membuat gadis ini sampai merasa bersalah begini.
"j-jangan" ditatapnya mata Niko intens berharap sang suami akan mengert.
"hmmmm....- gumam Niko yang masih bingung.
-kenapa jangan ? mereka yang salah kenapa mengusik ku , jika mereka tak mengusik ku pasti aku juga tak akan menghancurkan mereka" jelas Niko ke Tasya
"bagaimana dengan keluarga mereka? mereka pasti akan sedih jika tau orang tersayang nya akan tuan bunuh" ucap tasya kembali dan kali ini ia memberanikan diri untuk menggenggam tangan Niko
"kau mau menggoda ku agar mereka tak aku bunuh ?? hmm? " ujar Niko yang sedikit menggoda Tasya , wanita itu sadar dan buru buru menarik tanganya tak ingin Niko kembali berpikir buruk dengan sifatnya yang refleks memegang tangan Niko.
"dengar aku menghancurkan orang yang emang pantas dihancurkan , jadi kau tak perlu khawatir" ucap Niko sambil mengeluskan pucuk kepala Tasya .
"bukan gitu , tap-
"ah sudah lah sekaran ayo kebawah kau belum makan kan ?" ajak niko pria itu langsung menarik tangan Tasya dan membawa gadis itu ke ruang makan.
di ruang makan Tasya kebingungan karena hanya dia yang makan sedangkan Niko hanya diam duduk menatapnya yang sedang sibuk menyedok kan nasi nya kedalam piring.
"tuan nggak makan ?" tanya Tasya
"nggak , aku sudah makan " jawab niko yang diiukuti gelengan kepalanya
"kapan ? kok aku nggak tau" tanya tasya kembali
" tadi waktu kamu tidur , dan biarin aku makan sendiri , hmm istrii macam apa sih tega " cibir Niko tak senang
" maaf , tapi aku belum jadi istrimu tuan Niko " ucap Tasya yang sama sama tak suka , karena Niko sudah menganggap nya istri saja , ucap janji nikah aja belum huuuu
"sebenarnya aku akan menikahi mu minggu depan , tapi melihat gelagat kamu yang ingin di nikahi cepat oleh ku yasudah gimana kalau kita nikah besok saja " ucap Niko enteng
"haaaa !!! secepat itu nggak ... " ucap tasya meolak tak setuju dengan pemikiran Niko yang selalu menganggap semua nya enteng
"ada apa lagi kau bilag ingin dinikahi cepat"
"kapan aku bilang gitu ? ya walaupun kau mau menikahi ku juga jangan secepat itu persiapan aja belum sudah mau nikah saja " ujar Tasya
"persiapan biar asisteku yang ngerjain jika aku bilang malam ini , persiapan itu akan selesai kok malam ini , kau mau coba ? " goda niko
" hmmm aku tak percaya !!! " ledek tasya
........................................................................................
To be Continue Guys
alhamdulilllah udah episode 6 semoga kalian suka ya :)
mohon support Like dan Comment nya ya di cerita cerita ku ini
insyallah aku akan update tiap hari namun tidak janji :)
see you soon