Pernikahan

1066 Kata
Pertanyaan bodoh yang di beri Niko malah menjerumuskan Tasya ke lubang kesangsaraan bagi dirinya .  Tasya pikir Niko hanya bercanda namun benar apa kata pria pria yang pernah Tasya temui bahwa " Pria yang harus dipegang itu adalah omongannya" yah walau terdengar ambigu namun sekarang Tasya tau arti pepatah itu .  Bagaimana tidak baru beberapa jam yang lalu tepatnya tadi malam Tasya menanggapi lelucon Niko untuk menikahi nya cepat , dan bimsalabim permintaan itu terkabul karena pagi ini di kamar nya ia sedang di hias oleh beberapa MUA terkenal,  sungguh tak bisa lagi gadis itu berkata. Setelah beberapa Jam Tasya di hias sekarang gadis itu di bawa turun oleh seorang wanita yang sedikit tua dan ia tak mengenalinya.  ketika ia sudah sampai di bawah ternyata rumah Niko sudah di sulap menjadi tempat akad baginya dan Niko.  dan disana sudah ada Niko yang duduk manis menunggu Tasya, gadis itu di gandeng dan bawa sampai di depan Niko. "bagaimana ? benar kan kata ku ? kau harus membanyar taruhan mu nanti malam gadisku" goda Niko setelah Tasya sudah tepat berada didepannya. wajah Tasya langsung  berubah jadi merah seperti kepiting rebus . "Ais gak tau malu sumpah" ucap tasya dalam hatinya  Acara Resepsi pernikahan mereka dijalankan dengan secara sakral dan sengaja tak mengundang orang banyak hanya ada orang tua Niko , asistennya dan para Maid yang duduk di sekitar mereka yang sekaligus memberi selamat atas pernikahan dadakan ini. Awalnya mama Niko tak ingin hadir namun dipaksa oleh Papa Niko demi putranya .  Ayah Niko ikut bahagia dan memanjatkan doa agar pernikahan anak semata wayang nya dapat berjalan lancar sampai maut memisahkan . "Jaga baik baik istrimu" ucap sang ayah saat memeluk erat putra semata wayangnya itu , putra nya yang kini sudah dewasa bahkan sudah bisa menikahi gadis cantik disampingnya. "iya pa" jawab Niko  Niko dan Tasya mengantarkan mama dan papa NIko sampai kedepan gerbang rumahnya , setelah mereka sudah pergi Tasya buru buru masuk kedalam rumah sebab ia malu karena masih memakai baju pengantinnya .  Niko yang ditinggal terkekh melihat tingkah istrinya itu .  ketika ia membalikkan tubuhnya masuk kedalam rumah Niko secara tak sengaja melihat wanita yang ia kenal . Niko terpaku ditempat sampai ketika wanita itu memilih pergi. ia ingin mengejarnya namun sang wanita sudah tak ada di ditempatnya . ia menysal karena tak menahan wanita itu. dengan rasa penuh penyesalan ia kembali masuk kedalam rumahnya.  Niko masuk kedalam kamarnya dan melihat Tasya yang sedang duduk didepan meja riasnya . "gimana kau masih tak percaya denganku?" Tanya Niko lalu ia berjalan ke arah ranjang guna mereleks kan tubuhnya. "iya percaya" ucap gadis itu pelan  "kau kenapa?"  "nggak" "kenapa ?!" Tanya Niko yang sedikit meninggikan suaranya. Tasya yang ditanya terus membuat gadis itu yang awalnya tak ingin menangis malah menjadi nangis yang sukses membuat Niko beranjak dari ranjangnya untuk memeluk istrinya itu. "Ada apa? kenapa menangis ? dan jangan jawab jika kau hanya bilang nggak papa , aku mau alasan !!!" ucap pria itu yang masih mengelus punggung . "ah sudahlah tak usah menjawab " Niko menyerah ia memilih mengalah  dari pada tasya terus menangis jika ia tanya .  "masih mau menangis lagi?" Tanya Niko setelah lama ia menunggu Tasya menggeleng cepat  " yasudah mandi gih, " ucap Niko lembut  Tasya mengangguk dan cepat ia berlari ke kamar mandi. sebelum ia masuk Niko memanggilnya "kalau sudah temui aku di balkon" ucap pria itu Tasya mengangguk kembali dan setelah itu masuk ke kamar mandi  seperti yang dikatakannya tadi ia sekarang sedang duduk manis di teras balkon kamarnya dengan selembar  kertas di tangannya.  tak lama Tasya datang dengan wangi semerbak khas orang habis mandi . "duduk" ucapnya dingin "ini baca" pinta Niko lalu memberikan tasya kertas yang dipengang nya tadi  Tasya membaca kata tiap kata yang ada di kertas yang diberikan Niko dan terkadang matanya sedikit terbelalak . "sudah ?" tanya niko setelah Tasya meletak kan kertas tersbut di atas meja  "hmmm"  "gimana pendapatmu?"  "kenapa baru sekarang ? kenapa gak sebelum kita menikah kamu beri tau soal ini? " tanya Tasya yang tangan nya sedikit gemetar menahan tangisnya yang ingin tumpah ruah kembali . sungguh tak ada akhlak pria di depannya ini , baru saja tadi ia menenangkan nya sekarang ia membuat nya menangis kembali . " maaf " ucap Niko dengan wajah dingin nya. "jika aku tak setuju gimana?" "kau harus !!" "kamu tadi bilang minta pendapat aku kan , ya pendapat aku bilang aku tidak setuju dengan pernikahan kontrak ini" "kenapa? apa kau kurang dengan jumlah uang yang aku tawarkan" "apa menurut mu aku menikah denganmu karena uang?"  "jadi apa yang kau mau?"  "aku tak ingin pernikahan kontrak Niko !! kenapa kita tak jalani pernikahan normal seperti orang orang diluar sana saja sih? kenapa ?" "karena aku tak ingin !! itu alasannya !! aku mau kamu menandatangi surat ini "  "jadi ini alasan kamu  menikahiku ? karena aku mudah bukan ? mudah di peralat kan " "bukan !!" " yasudah berapa lama?" tanya Tasya  "6 bulan" jawab Niko  "oke baiklah , selama 6 bulan aku ingin kita hidup selayaknya suami istri jangan halang aku untuk menjadi istri yang baik untukmu, aku tak ingin menambah dosaku" "terserah padamu , cepat tanda tangani ini"  Tasya menandatangi surat yang Niko beri walau berat tapi ia harus melakukannya. . . . Paginya Tasya terbangun seorang diri dikamarnya sebab semalam Niko tak pulang  pria itu pergi ntah kemana setelah Tasya menandatangani surat yang ia beri. Tasya bersiap diri ia mandi dan berpkaian setelah itu turun ke bawah . "selamat pagi nyoya " ucap Bik Mirna "Pagi bik, ehh kenapa sepi sekali bik?"  "uhmm, tuan memecat semua nya nyoya "  "ha!! kepana bik?" "katanya Nyoya yang minta?"  "saya? kapan? aiss mungkin dia salah menangkap ucapan saya, tapi jujur saya tak pernah minta dia buat mecat semua pelayan, percayalah bik , Tasya sayang kalian semua kok " "iya nyoya bibik  tau" dielusnya tangan sang nyoya  "bik kenapa jadi manggil aku nyoya?" "kan nyoya sudah jadi nyoya dirumah ini" "tapi cuma 6 bulan bik setelah itu aku pergi" ucapnya dalam hati "nyoya " Panggil bik mirna ketika ia sadar sang nyoya sedang melamun "hmm iya bik, oh iya bibik LIHAT Niko nggak?" tanya Tasya "tuan Niko sudah pergi sejak tadi pagi nyoya, mungkin sebelum nyoya bangun "  "pagi pagi? " kagetnya "iya nya" "tadi malam dia tidur dimana ya? " monolog Tasya sendiri   ............................................. Bersambung  ditulis oleh Author yang penuh dengan Kehaluan :) tertanda Pearl 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN