Pamit

1138 Kata
Tasya yang sejak pagi tadi sengaja menyibukkan dirinya di dapur bersama bibik , ia berulang kali masak membuat kue , lauk pauk dan banyak lagi .  bahkan makanan yang dihidangkannya sudah seperti akan mengadakan pesta besar . Bibik tak protes ia terus membantu nyoya mudanya tanpa kenal lelah. "apa sudah cukup ya bik?" tanya Tasya tiba tiba "nyoya mau buat acara?" yang ditanya malah balik nanya mah ini "nggak tau bik ,aku bosan nggak ngapa ngapain yaudah deh jadi nya gini, gabut" "apa nya gabut? apa itu gabut nyoya?" "ihh itu tu kata kata anak gaul sekarang bik , artinya kurang lebih lagi bingung mau ngapain eh jadinya malah ngerjain hal lain yang diluar pikiran . gitu deh bik" "oh iya ya nya " "Hmmm" angguk Tasya pasti  "apa kita bagiin aja ya bik?" "bagiin ke siapa nya?" "bagiin ke orang orang yang membutuhkan" "gimana caranya ? tuan kan nggak ada nya" "oh iya , ahhh bibik ada nomor HP Niko nggak?" "ada nya di buku telpon" "mana bik , biar Tasya telpon " "ayok nya ikut bibik" bibik berjalan kearah ruang tamu yang diikuti oleh Tasya di belakangnya . "ini nya" di berinya buku telpon yang bertengger nomor HP Niko disana , Tasya pun langsung mengambil HP di saku nya dan mengetik nomor Niko ke HP nya .  Lama telponnya berdering namun belum tanda tanda akan diangkat .  "Halo" ucap seseorang di ambang suara sana  "ahhh diangkat bik "teriak Tasya girang sampai ia lupa menjawab sapaan dari Niko                 Niko  "Halo"                Tasya   "Halo" ucap Tasya pelan.                Niko "kenapa?"               Tasya "ini tadi aku habis masak banyak sama bibik "                Niko "Terus?"              Tasya  "Aku sama bibik rencana mau bagiin semua makanan ini ke orang orang yang membutuhkan"             Niko "Hm"           Tasya "hm gimana?"           Niko "yaudah terserah kamu "         Tasya  "oke kami meluncur , maaf mengganggu selamat sore " ucapnya girang lalu mematikan telpon buru buru tanpa menunggu jawaban dari Niko. Niko yang berada jauh disana hanya geleng geleng ketika panggilannya di putus secara sepihak oleh Tasya. Tasya dan bik Mirna langsung merapikan tiap makanan tersebut dan menyusnnya ke dalam kotak makan agar mudah dibagikan. setelah itu mereka membawa keluar dan pergi diantar oleh pak Roni Sopir Niko yang selalu stay di rumah untuk Tasya,yang sengaja di siapkan oleh Niko. Mereka bertiga membagikan makanan tersebut ke tiap tiap orang yang mereka temui dan menurut mereka pantas mendapatkannya. Tak terasa waktu sudah menjelang sore hari, Tasya pak Roni dan Bik mirna buru buru pulang kerumah karena takut jika Niko sudah sampai dulu. Namun yang ditakuti malah nggak ada , Niko belum pulang Tasya menghela napasnya panjang lalu berlalu ke kamarnya setelah pamit dari pak Roni dan Bik Mirna . . . 23.00 Niko sedang berada di Bar langganannya ia akan selalu pergi kesana ketika ia berada di titik lemah hidupnya, Alkohol adalah obat dari segala obat untuknya. ia duduk di pojok ruangan dengan beberapa botol minuman yang tlah habis di teguknya.  dan selalu ada Yoga disampingnya , ia adalah asisten 24 Jam selalu siap sedia jika Niko membutuhkannya .  Niko dan Yoga adalah sahabat karib sejak SMA , Yoga sudah tau segala sesuatu tentang Niko dan sebaliknya , Karena itu Niko mengangkatnya sebagai asisten pribadi untuknya.  "sudah lah bos kenapa jadi mabuk mabuk an ?" "panggil aku nama aja kan nggak lagi jam kerja bodoh!" "iya lupa! kebiasaan sudah" "aku lagi pening ga" "pening apalagi kau baru saja menikah kemarin , ya walaupun untuk menutupi lukamu" "aku merasa bersalah menikahinya" "kalau gitu kenapa kau nikahi !!! sekarang sudah terlambat Niko" "aku melihat Alexi" "terus ? apa jangan jangan kau ingin mencari nya lagi NIko ?! " ucap yoga yang seidikit meninggikan suaranya  "iya , aku masih sayang dengannya aku tak bisa melepasnya begitu saja" "kau sudah gila !!" "aku gila karena cinta nya "  "cinta apa yang kau maksud ?? disini hanya kau yang menganggap cinta dia tidak" "jaga bicaramu yoga"  "ahh terserah padamu lah , terus bagaimana nasib Tasya?" "aku membuat perjanjian nikah dengannya" "APA?!!!"  "iya" "kau tak memberitahuku" "aku dadakan buat nya" "perjanjian nikah seperti apa yang kau buat?" "Nikah kontrak" "WHAT !!! kau sudah gila!! kau tau kan ayah mu tak suka dengan nikah cerai ?" "aku tau" " kau tau !! kau baru saja membuat hidup gadis itu bagai di ambang jurang tau!!" "aku menikahinya karena jika aku menerima pilihan mama itu akan lebih sulit lagi untuk lepas..." "kau gila NIKO..." "Aku mencintai Aleci Ga" "Niko niko  ... terserah padamu lah aku hanya berharap kau tak menyesal setelah ini" "aku tau" "waktunya kita pulang" ajak Yoga "aku masih mau disini" "sudah ko ayok pulang" ajak pria jakung berkulit putih itu ke Bos nya yang keras kepala  "aku tak ingin pulang , aku nginap di apartemen mu saja ya?" tawarnya  "nggak!! ayoklah ko , walaupun kau tak mencintainya tapi sekarang dia sudah menjadi istrimu , kalian sudah sah di mata negara dan agama kalau kalau kau lupa" "iya aku tau, tak perlu kau ingatkan" "makanya ayok pulang " "Hm.." laki laki itu berdehem lalu pergi keluar BAR bersama Dua sejoli Bos dan sekretaris itu sama sama berada di mobil yang sama . Yoga mengantar Niko sampai kedepan rumahnya lalu pamit pulang. Niko masuk kedalam rumahnya yang sudah sepi karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam .  ia terduduk di sofa ruang tamu termenung dilanda dilema . apa harus kembali kekamarnya atau kekamar tamu... Tasya POV Tasya yang terbangun karena haus turun ke bawah saat kakinya sudah sampai diujung anak tangga  samar samar ia melihat ada sesosok orang sedang duduk termenung di sofa ruang tamu . setelah lama ia perhatikan akhirnya ia menyadari bahwa itu adalah Niko . Tasya mendekat . "sudah pulang?" tanya Tasya ketika ia sudah berada tepat di hadapan Niko  Niko terkejut dengan kehadiran Tasya yang tiba tiba . "hmm.." "kenapa nggak masuk ke kamar?" tanya Tasya kembali  Niko diam. "aku tidak tidur dikamar itu, kamu boleh ke kamarmu" Niko menatapnya "aku akan menarik syarat itu , sekarang kau sudah tenang" jelas Tasya  Niko masih diam  "kembalilah kekamar mu dan jangan lupa mandi tubuhmu bau Alkohol"  Niko masih dalam mode diam  "kenapa masih diam disini? apa kamu benar benar ingin tidur disini?" tanya Tasya kembali Niko menggelengkan kepalanya "oke baiklah aku kembali kekamar , selamat tidur" ucapnya lalu kembali kekamar niat awalnya ingin mengambil minum sirna setelah mendapat respon dingin dari Niko .  Niko tak seperti yang awal ia temui , pria itu menjadi lebih diam setelah pernyataan Nikah kontrak itu. Tasya merasa sedih dengan perubahan sikap Niko yang tiba tiba , ia lebih senang melihat Niko yang pecicilan dari pada pendiam begini. Ketika Tasya ingin pergi Niko bersuara  " ikut aku kekamar " ucapnya dingin dengan wajah yang masih dalam mode datar. ........................... Bersambung  Maafkan kesalahan penulisan dari Author ya... Author akan terus belajar agar para pembaca nyaman dengan bacaan Author . terimakasih sudah mampir . ~Pearl.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN