Alexi terbangun terlebih dahulu ia menatap wajah pria yang semalaman membuatnya kelelahan ia pikir mereka hanya sebentar berolahraga malam melepas kerinduan .. namun salah gairah sang kekasih tak dapat di ragukan lagi .. semalaman ia dibantai habis tanpa jeda , sampai jam 7 pagi baru mereka selesai dan tidur.
Alexi turun dari ranjang ia berjalan dengan tanpa busana ke arah kamar mandi , ia berencana ingin membersihkan tubuh nya dan mengajak bicara Niko karena maksud ia mengajak Niko untuk bertemu belum bisa terealisasi kan.
sebab Gairah Niko yang tak bisa di tahan ia pun harus mengalah terlebih dahulu.
setelah mandi dan berpakaian Alexi kembali ke kamar nya , saat ia keluar ternyata Niko sudah terbangun dan duduk bersantai di sofa kamar dekat jendela.
"sudah?" ucap Niko saat Alexi mememluk nya dari belakang
"Hm"
Niko menarik Alexi dan membawa nya kepangkuan nya. Alexi merangkul leher kekasih dengan intim dan romantis.
ciuman panas pagi ini pun dimulai kembali namun tak berlangsung lama karena Alexi menghentikan nya.
"Kenapa?" Tanya Niko setelah Alexi menarik tubuh nya menjauh dari Niko
"ada yang mau aku bicarain sama kamu"
"apa sayang?"
"gin-
"kamu sini duduk .. jangan berdiri" ucap Niko sambil menepuk nepuk paha nya
Alexi mengerti dan ia kembali duduk di pangkuan Niko.
"sekarang apa yang mau kamu bicarain .. hmm?"
"kita berpisah sudah 3 bulan kan?"
"iyaa..terus?"
"sebelum berpisah kita tidur bareng kan?"
"iya sayang.. terus kenapa?"
"aku hamil" ujar Alexi sambil menunduk kan kepala nya
"Ha-hamil?" Niko Terkejut ... namun di balik keterkejutan nya ia merasa bahagia karena , Alexi sedang mengandung darah daging nya.. namun ia lupa bahwa sekarang ia sudah berstatus suami orang.
"iya aku hamil, kamu senang nggak?" tanya Alexi sambil menatap sepasang bola mata sang kekasih
"senang dong sayang..." ucap Niko sambil mencium wajah Alexi dengan gemas..
"kamu sudah cek ke dokter?" tambah Niko
"sudah , 1 bulan yang lalu"
"what? yaudah ayooo kita ke rumah sakit" ajak Niko buru buru sambil menarik tangan Alexi namun ditahan Alexi
"jangan buru buru... masih ada yang mau aku tanya sama kamu"
"apa lagi si sayang? sekarang yang terpenting itu anak kita"
"nggak ini lebih penting sekarang" Kekeuh Alexi
"apa?"
Mereka kembali duduk di sofa dengan posisi yang sama
"Aku tau kamu sudah punya istri"
Niko terbelalak ia kaget ternyata yang ia lihat waktu itu benar Alexi.
"berarti yang waktu itu kamu?" Tanya Niko
"iya .. ak-u"
"kenapa nggak berhenti ... kenapa?"
"aku takut.. aku takut kalau faktanya hati kamu benar benar sudah berpaling"
"aku tidak ... tidak sama sekali"
"lantas kenapa kamu menikah?"
"a-aku.." ucap Niko tergagap gagap
"aku apa?"
"aku yang mengajak nya menikah"
"jadi ka-
"bukan .. bukan gitu .." potong Niko sebelum Alexi berpikir yang lain
-aku mengajak nya menikah karena aku tak ingin dengan pilihan mama alasan nya karena aku masih mencintai mu" tambah Niko
"tapi kenapa harus menikah?"
"Jika tidak mama akan menikahi ku"
"dia gimana ? kenapa mama sama papa bisa setuju sedangkan dengan aku tidak"
"Papa setuju"
"kenapa papa mu tidak membela ku kemarin.. siapa istri kamu itu..." wajah Alexi menjadi merah .. ia merasa terkhianati hanya karena Tasya lebih dari dirinya .. wanita itu bisa menarik perhatian calon mertua nya sedang kan dia tidak.
"bukan gitu sayang..." pujuk Niko sebelum Alexi menangis dan berakhir ngambek
"kenapa waktu itu kita tak bisa menikah , sednagkan kamu bisa dengan dia ..kenapa?"
"aku tidak tau tiba tiba papa setuju dengan dia"
"terus sekarang gimana ... kamu sudah menikah dan aku hamil"
"ahhh lebih baik aku gugurkan saja dia... karena papa nya lebih memilih wanita lain dari mama nya" tambah Alexi dan ia menarik tubuh nya dari Niko hendak pergi namun di tahan
"jangan pergi jika masih marah.. aku tak ingin kejadian kemarin terulang lagi"
"kenapa? kan sudah jelas"
"apa nya yang sudah jelas? kamu belum dengar seluruh cerita aku"
"menurut aku semua nya sudah jelas.. kamu pergi saja sana pergiiii...." teriak Alexi
"sayang dengarkan aku dulu..." ucap Niko sambil menenangkan Alexi dengan menarik nya kedalam pelukan nya walaupun Alexi sedikit berontak
"aku sayang sama kamu .. sangat sangat sayang , aku tak ingin kamu pergi lagi masalah istri ku sebentar lagi akan aku ceraikan demi kamuu, tapi kamu sabar dulu ya"
"mau sampai kapan? kapan!! sampai anak kita lahir atau sampai dia dewasa dan dia tau alau mama nya ini hanya pacar simpanan papa nya .. iya gitu!!"
"nggak sayang .. aku baru menikah dengan nya 2 minggu dan gak mungkin aku langsug menceraikan nya apa kata orang? dan kamu tau betul papa gimana kan"
"ini salah kamu... salah kamu kenapa kamu harus menikah !!"
"maaf .. maaf kan aku ya" ucap Niko sambil memperat pelukannya.
ALexi mengalah ia membalas pelukan dari Niko .
mau gimana pun ia sekarang butuh Niko , semua yang ia mau hanya Niko yang bisa mewujudkan unuk nya. apalagi sekarang ia hamil.
.
.
.
D Rumah.
Tasya yang sedang sibuk merapikan rumah merasa bosan karena seharian ini ia tak ketemu sang suami apalagi semalam ia tau betul jika sang suami pergi tanpa pamit dengan nya.
Tasya yang sedang melamun dikejutkan dengan Bik Mirna yang sengaja mengenjutkan nya dari arah belakang.
"astagfirullah bibik.."
"Nyonya sih melamun terus dari tadi bibik lihatin dari dapur"
"kelihatan banget ya bik"
"iya nya....emang nyonya lagi mikirin apa?"
"nggak ada bik.." ucap Tasya berbohong
"Nyonya mikiron tuan ya?"
"hm nggak kok bik"
"Nyony-
"BIK MIRNA" Panggil seseorang dari arah pintu masuk
"ya ampun siapa bik" Tanya Tasya heran baru kali ini ada yangteriak teriak dirumah ini
"ayok nyonya kita kedepan" ajak Bik Mirna
"iya bik"
Mereka berdua bergandengan berjalan menuju pintu depan.
Tasya terkaget kaget setelah ia tau suara siapa yang dari tadi menggelegar di rumah nya.
"Dari mana kamu !!" Tanya mama Linda mama dari Niko sekaligus mama mertua Tasya
Tasya diam
"Saya tanya dari mana kamu!!" Ucap Mama Linda sekali lagi karena yang ditanya malah diam
"saya ma?"
"menurut kamu siapa !!"
"maaf ma , Tasya habis dari belakang bantu bibik siap siap buat makan siang"
"Bantu bik Mirna?"
"Iya ma"
"ohhh jadi kamu disini hanya dijadiin pembantu oleh anak saya ya ..." Ucap Mama Linda sambil mengangguk angguk an kepala nya
"Tasya hanya bantu Bik Mirna ma, Tasya bosan di kamar saja"
"Ya iyalah orang emang basic nya pembantu mana cocok jadi NYONYA !!"
"MAMA !!" Ucap seseorang dari arah pintu masuk
>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung ..