Dia kembali

1059 Kata
Tasya  memilih untuk mandi dan mengganti pakaian nya yang sudah basah karena hujan hujanan tadi. Lama ia di kamar mandi saat ia keluar , ia di kejutkan oleh Niko yang sudah duduk di atas ranjang dengan wajah nya yang dingin menatap mangsa dengan ganas. Tasya yang ditatap memilih untuk menghindar dan berjalan kearah pintu namun di atahn oleh Niko dengan cepat. "Mau kemana?"  "keluar" jawab Tasya ketus "ada yang aku bicarain" "bicara saja" "tapi tidak seperti ini" "lalu?" "duduk di sofa sana" ajak Niko , dan digiring nya Tasya ke Sofa yang ia maksud . Mereka duduk dengan sedikit berjarak , karena Tasya yang memilih menjauh  "langsung saja" Ucap Tasya To the point "ngapain ke kantor?" Ucap Niko lembut "aku tidak ke kantor" "Tadi kau bilang ke kantor" "aku kenator orang lain" "orang lain?" Niko mengerut kan dahi nya merasa bingung dengan jawaban Tasya yang sedikit ambigu  "awal nya aku mengenal nya namun ternyata aku salah dia tak mengenali ku" ucap Tasya yang masih enggan menatap Niko  "aku tak berniat seperti itu" "sudah lah aku sudah tak niat untuk membahs ini"  "kalau kau anggap ini sudah , sikap mu harus berubah jangan seperti ini lagi"  "kenapa tidak boleh? sedangkan tuan , tuan bisa seenak nya merubah ubah sikap tuan kepada saya" "kita berbeda jangan samakan " "apa yang beda? bukan kah kita sama sama manusia, yang beda hanya tuan pria dan aku wanita" "sudah lah aku capek berdebat dengan kamu terus" ucap nya tegas dan sedikit meninggi  Tasya berdiri  "saya permisi" lalu ia pergi keluar meninggalkan Niko sendiri di kamar. ia kembali ke dapur membuat teh hangat, jujur sekarang tubuh nya sedang dingin sekali .. akibat hujan hujanan tadi membuat nya menggigil tak karuan.  "mungkin yeh hangat bisa membantu sekarang" monolog nya sendiri setelah teh hangat siap tak lupa dibawa nya juga beberapa cemilan yang menemani nya untuk nonton drama korea kesukaan nya di ruang tengah , karena sekarang ia sedang tak mood untuk kembali ke kamar .. apa lagi menemui laki laki yang bernama Niko Hartanto . Niko yang berada di kamar merasa jengah sendiri an di kamar .. apalagi beberapa hari ini ia sudah terbiasa tinggal sekamar dengan Tasya . ada perasaan kosong di d**a nya , namun ego nya masih terlalu kuat .  Niko menngecek Laporan kantor mungkin ada saja yang terlewat dari nya, namun nihil semua nya sudah dikerjakan oleh sang asisten pribadi siapa lagi kalau bukan Yoga. dengan perasaan jengah tiba tiba handphone nya berbunyi , Niko sedikit mengerutkan dahi nya setelah ia melihat nomor telpon yang sedikit familiar menurutnya. dengan perasaan berdebar debar Niko mengangkat telpon tersebut "alexi..ini kamu?" ucap nya pertama setelah mengangkat telpon  "Nik.ko" ucap wanita di seberang sana "alexi .. kamu dimana sayang"  "aku di hotel" "hotel mana? kasih tau aku" "Hotel Hilton" "baik aku kesana sekarang kamu kirim aku nomor kamar kamu"  "iya"  Niko dengan tergesa gesa turun dari kamar nya menuju garasi mobil , di ruang tamu ia melihat Tasya yang juga sedang melihat ke arah nya .. namun Niko tak memperdulikkan nya ia terus melangkah kan kaki nya menuju mobil nya yang ada di garasi .. rasa rindu yang membuat nya seperti orang bodoh sekarang.  diperjalanan menuju kesana Niko selalu mengucap syukur akhirnya sang pujaan hati kembali.. sesampai nya di hotel Niko langsung menuju ke kamar yang sudah dikirm oleh Alexi lewat Via Whats app. Niko mengetuk pintu itu perlahan dan tak lama terbuka lah pintu tersebut dengan seorang wanita dambaan yang selama ini ia cari.  Tak butuh waktu lama Niko langsung mendekap sang pujaan hati kedalam pelukan nya.. rasa rindu yang selama ini ia pendam akhirnya dapat tercurahkan sudah.  Peluk kan iu terus mengerat bahkan saat mereka masuk kedalam kamar hotel . peluk kan itu tak lepas begitu saja. rasa enggan yang membuat nya takut kehilangan nya untuk kedua kali nya.  dari hanya sekedar peluk kan sekarang Niko sudah melumat bibir nya dengan begitu intim mesra lalu membawa wanita itu ke ranjang ... adegan intim itutak berakhir begitu saja Niko perlahan membuka dress milik alexi .. dan mendarat kan beberapa kecupan di setiap inci tubuh milik alexi.  Niko merasa puas ketika Alexi sama sekali tak menolak sentuhan dari nya ..  awalnya hanya dari sekedar peluk kan sekarang mereka sudah berada dipuncak kegiatan penghasil anak yang sesungguh nya ..  Niko terus memompa alexi sampai tubuh mereka bergetar bersamaan dengan keluar nya peluh darid iri masing masng.  Niko membaring tubuh lelah nya di samping Alexi dan tak lupa ia memeluk pujaan hatinya dengan begitu erat dan posesif.  "kamu kemana saja?kenapa pergi tanpa pamit? selama ini aku mencari kamu " tanya Niko sambil membenarkan rambut yang menutupi wajah cantik Alexi  "maaf" ucap wanita itu. "aku tak perlu maaf mu, aku minta penjelasan kamu"  "kamu janji tak akan marah" ucap Alexi dengan jari kelingking kecil nya sudah berada di depan Niko. "tergantung"  "kamu ni...." kesal alexi "ya iya aku tak akan marah, tapi tergantung dari penjelasan kamu " "Janji!!" kekeuh alexi dengan jari kelingking nya masih di depan Niko  "iya janji" ucap Niko sambil menyematkan jari kelingking nya dengan milik alexi "sekarang kamu jelasin ke aku kenapa kamu pergi tanpa pamit" tambah Niko "iya.. tapi saat aku jelasin kamu jangan potong pembicaraan aku ya"  "Hmm"  "tiga bulan yang lalu mama kamu ajak aku ketemu di sebuah resto" jelas Alexi perlahan  Niko mengerutkan dahi nya ia seperti tau maksud dan arah tujuan dari cerita yang di jeaskan oleh Alexi... namun ia tak ingin memotong pembicaraan nya karena ia ingin mendegar seluruh cerita langsung dari Alexi. "terus?" ucap Niko lembut "awal nya aku pikir mama kamu sudah mau nerima aku jadi mantu , ternyata aku salah mama kamu malah minta aku untuk ninggalin kamu " jelas Alexi dengan mata nyayang sudah berkaca kaca.. Niko memperhatikan kekasih nya di dekap nya Alexi agar sang kekasih tak menangis . namun salah wanita tambah di tenangin malah tambah nangis.. buktinya Alexi sekarang awalnya ia pikir ia akan menahan air matanya agar tak jatuh , namun ketika di dekap oleh Niko ia malah menangis tersedu sedu.  Mereka berdua menjadi larut dalam dekapan masing masng.  Tasya yang awal nyabersikap acuh namun menjadi khawatir karena Niko yang pergi secara tiba tiba , tanpa mengucapkan sepatah katapun dengan nya.   "Kira kira dia kemana ya? kenapa nggak ngomong si? aisssssss..." ucapnya frustasi  >>>>>>>>>> Bersambung  lanjut ke part selanjutnya ..... tinggal di swipe jika sudah update :)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN