Hanya teman ranjang

1045 Kata
Tasya yang masih ter kagum kagum lalu dibuat terkejut ketika salah satu karyawan menabrak nya tak sengaja yang membuat nya jatuh dan otomatis bekal makanan yang ia bawa pun jatuh dan berserakan dimana mana..  "maaf ... maaf " ucap karyawan itu sambil membantu memebersihkan makanan yang berserakan di jalanan Tasya masih dalam mode diam , ia ingin menangis sekarang sebab makanan yang ia bawa dan di buat dengan penuh jeri payah malah jatuh berserakan dan tak bisa dimakan lagi .  "Nona kamu tak apa? maaf saya tak sengaja" ucap karyawan pria itu lagi  Tasya tak menjawab matanya masih tertuju dengan kotak makan nya "nona ... nona.. nona" panggil karyawan pria itu sekali lagi Karna kejadian itu keadaan menjadi ramai banyak yang berhenti dan melihat namun tak ada yang membantu .  jauh dari tempat Tasya pria bertubuh tinggi dengan setelan seperti Bos masuk ke gedung dengan dua orang berpakaian sama namun beda warna saja.  Tasya menyadari siapa pria itu , dari bau Parfume yang ia pakai . karna itu ia menoleh ke arah pria tersbut. ketika ia melihat nya ternyata benar pria itu adalah suaminya Niko Hartanto , CEO dari gedung lantai 13 ini.  Tasya menatap nya lekat namun yang ditatap terlihat enggan menatap nya balik, malah ia hanya melewati Tasya begitu saja .  seperti orang yang tak pernah kenal sebelumnya. Tasya terus menatap lekat suami nya itu sampai ia masuk kedalam lift.  Bahkan ketika sebelum lift tertutup Tasya melihat jelas jika pria yang berstatus suami nya itu melihat kearah nya , namun kenapa ia meninggalkannya , apa benar jika ia hanya sebagai pemuas nafsu suami nya saja di ranjang , dan jika tak di ranjang ia tak akan pernah dianggap. ohh sungguh tragis nasib mu Tasya. "Nona kamu tak apa?" tanya karyawan pria itu kembali dan sedikit menepuk pundak Tasya perlahan agar sang empunya pundak sadar dari lamunan sedih nya. "hmm .. iya.. iya" Jawab Tasya langsung "maaf karen- "hm iya nggak papa" jawab Tasya lalu mengambil bekal makan dari pria itu dan pergi meninggalakan kantor terkutuk itu sambil berlari. "Bukan nya tadi Tasya ya? istri kamu bos?" tanya Yoga setelah mereka sudah sampai di dalam ruang kantor milik Niko "Hm" jawab nya singkat sambil membuka handphone nya "lah ? kenapa nggak lo samperin"  "nggak penting juga"  "gila lo .. sumpah gila banget.. dai istri lo bos"  "keluar jika cuma mau ceramah disini" "aku keluar permisi ... bos" pamit Yoga langsung Niko yang awal nya mengotak atik handphone yang sekarag ia membuka komputer nya .. dan mencari keberadaan CCTV kantor. "Dimana kamu.." teriak nya frustasi ketika apa yang ia cari tak ditemukan di layar CCTV miliknya Karena geram ia keluar dari ruangan nya dan mencari seseorang itu. namun nihil ketika ia kembali ke tempat semula apa yang ia cari ternyata emang sudah tak ada di sana .  beberpa karyawan yang lalu lalang merasa bingung ketika melihat sang BOS Besar seperti orang linglung berada di tengah tengah kantor sekarang. Karena apa yang di cari tak ditemukan ia kembali ke ruangannya. . . . rumput hijau memandar dengan pemandangan danau yang menenangkan disana Tasya sedang merenungkan dirinya sendiri tanpa orang satu pun di samping nya.  sudah 3 Jam ia duduk sendiri disana tanpa melakukan apapun.  bahkan matahari yang sebentar lagi akan pamit pun ia tak peduli. senja yang begtiu indah tak di hiraukan oleh Tasya .  yang ada dipikiran nya sekarang adalah bagaimana cara ia melewati hari hari nya 6 bulan kedepan , apakah ia sanggup dengan sikap dingin sang suami ..  ia pikir hari ini akan menjadi hari yang manis baginya sebab awal nya ia ingin mengajak sang suami makan bersama di ruangannya dengan bekal makan yang di buat oleh nya .. namun naas sang suami malah bersikap cuek dengan nya bahkan ketika ia melihat dirinya terjatuh tak berdaya di lantai. "Tuhan ... apa aku sanggup menjalani ini semua" monolog nya kepada langit senja Hari yang semakin lama semakin lama bahkan awan menjadi mendung seketika berhasil membuat Tasya sadar bahwa ia harus pulang ... ia takut akan dicari oleh Bik Mirna dan mustahil jika sang suami b***t nya itu yang mencari.  Tasya pulang dengan jalan kaki sebab ia pergi tak membawa uang . diperjalanan rintik gerimis mulai membasahi bumi... Tasya tak pantang menyerah ia terus jalan melewati beberapa bangunan dan rumah..  Keadaan jalan yang awal nya ramai menjadi kembali sepi karena keadaan yang sebentar lagi hujan. awal nya hanya gerimis rintik lama kelamaan hujan deras menggunyur tanpa permisi baju Tasya yang awalnya sudah setengah basah sekarang menjadi basah total keseluruhan.  "sayang jika berhenti .. sebentar lagi sampai" ia terus berlari agar sampai dirumah dengan cepat...   Niko yang sudah pulang 30 Menit yang lalu , ia langsung masuk kerumah dan mencari keberadaan sang istri yang tadi siang ia cari lewat CCTV namun tak di temui dimananpun. dan sama dengan sekarang sang istri juga tak ditemui juga diseluruh penjuru rumah ...  "Kemana dia ?" Tanya Niko to the point kepada Bik Mirna yang sedang menyiapkan makan malam .  "Nyonya Tasya bukan nya tadi pergi ke kantor tuan?" Bik Mirna yang di tanya malah berbalik bertanya  "tidak ada" jawabnya bohong  "tadi saya sama nyonya sama sama nyiapin bekal makan siang buat tuan , dan siang tadi nyonya diantar pak Roni ke kantor tuan" jelas Bik Mirna  "Pak Roni dimana?"  "belum pulang tuan"  "telpon pak Roni" Perintah Niko "Baik tuan" beberapa saat kemudian pintu utama rumah terbuka disana ada sosok Tasya yang sudah basah kuyup dengan wajah nya yang sudah pucat pasi .. ia masuk kerumah dengan tertatih tatih . Niko yang melihatnya langsung menyamperin nya dengan amarah yang sudah berada di luar batas.  "Dari mana kau J4L4NG" teriak nya sambil berjalan ke arah Tasya Tasya menghentikan jalannya lalu berbalik menatap sang suami tanpa bicara Niko yang sudah berada didepannya langsung mencekram kedua bahu nya dengan kuat  "AKU TANYA KAU DARI MANA!!!"  "Kau sungguh tak lihat aku?" Tanya Tasya kembali dengan suara nya yang sangat amat pelan  "apa maksud mu !!" "kau melihat ku bukan ? kenapa tak nyamperin aku ? Apa aku sungguh tak berarti bagimu"  Niko Terdiam .. cengkeraman nya di bahu Tasya melonggar . dengan kesempatan itu Tasya langsung meninggalkan Niko yang masih terdiam . >>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung  ayo ke Part selanjutnya yaaaa.. :)  dari dunia halu ciptaan author Pearl 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN