"mari kita lanjutkan permainan kemarin lagi nona Tasya" ucapnya dengan tak lupa senyum smirk mematikan yang membuat nyali Tasya menjadi ciut.
"kumohon lepaskan aku" mohon Tasya karena sudah tak ada lagi cara keluar selain memohon dengan nya.
"lepaskan? hak apa kau berkata seperti itu?"
"tentu aku punya , ini bukan pernikahan sebenarnya tuan Niko" lawan Tasya
"mau atau tidak kau harus tetap melayani ku !! "
"kalau aku tidak mau !!"
"tak ada penolakkan" di angkatnya tengkuk Tasya lalu dilumatnya bibir Tasya secara brutal dan menuntut yang membuat sang empunya merasa sullit mengimbangi permainannya.
"Hmmppp......." tolak Tasya yang terus memukul d**a bidang Niko agar ia berhentii dan melepaskan nya namun tetap saja Niko yang punya gairah di atas rata rata itu tak akan melepaskan Tasya dengan mudah.
malahan ia terus memperdalam ciumannya dan tangan nakalnya yang tak lupa menggeriliya ke tiap inci tubuh Tasya.
Tasya terus berontak namun kekuatannya tak sama kuat dibandingkan Niko.
Niko membawanya ke atas ranjang lalu membuka seluruh pakaian milik Tasya dan dibuangnya kesegala tempat lalu memaksa Tasya memuaskan nafsu nya kembali.
sampai dini hari mereka terus melakukan olahraga keringat di atas ranjang ,dan belum ada tanda tanda Niko ingin menyudahi permainan nya .
"ku mohon berhenti tuan...." ucap Tasya dengan matanya yang sembab karena menangis semalaman
"aku tak dengar"
"t-tuan berhenti..." ucap Tasya tertatih tatih dengan nafasnya yang bergumuruh
"sebut nama ku sampai kita pelepasan baru aku akan berhenti "
"T-tuan"
"namaku J4l4ng !!"
"N-Niko" ucap Tasya terbata bata
tak lama pelepasan yang sudah berapa kali itu pun berakhir. Niko melepaskan tubuh Tasya lalu tak lama ia turun dari ranjang dan memakai kembali pakaian nya dan hendak pergi dari kamar. namun terhenti ketika Tasya berucap
"Apa kau hanya menganggap ku sebagai J4l4ng mu ?" tanya Tasya yang mencoba untuk duduk dan menutupi tubuh plosnya dengan selimut yang berada didekatnya
Niko tak menjawab
"aku anggap iya" tambah Tasya
"apa tak bisa 6 bulan itu dipercepat? aku takut ada kehidupan lain di rahimku, jika kau terus melakukan ini denganku"
"besok aku bawa obat penghambat kehamilan" Balas Niko
"Baiklah" ucap Tasya lalu membalik kan tubuhnya
Dan Niko pun langsung pergi meninggalkannya sendiri di kamar.
Setelah kepergian Niko Tasya menangis kembali meratapi kehidupannya yang malah menjadi j4l4ng untuk suaminya. .
.
.
Pagi harinya Tasya terlambat bangun karena kejadian semalam , ia pun langsung buru buru mandi dan setelah berpakain ia pun langsusung berjalan menuju dapur namun saat sampai didapur malah keadaan sepi yang ia temui.
Bik mirna yang baru kembali habis dari pasar pun langsung menghampiri nyonya ya yang tampak linglung sendirian di dapur.
"nyonya mau apa?" tanya Bik Mirna
"Tuan sudah pergi ya bik?"
"sudah dari tadi pagi nya, nyonya gak lihat jam ya?"
geleng tasya cepat "sekarang jam berapa sih bik?"
"Jam 11 siang nyoya" jelas Bik Mirna lalu ia pergi kearah kulkas dan menyusun belanjaan nya
"tadi tuan makan apa bik?" Tanya Tasya yang juga mengekor dibelakang Bik Mirna
"tuan tadi buru buru nya .. jadi tak sarapan"
"buru buru?" beo Tasya
"iya nya"
"Jadi ia tak sarapan dong? kalau sakit gimana?" ucap Tasya bermonolog
"kalau bibi kasih saran ya ni nya, lebih baik nyonya sampering Tuan ke Kantor aja gih... sambil bawa makan siang untuk nya"
"boleh kah?"
"tentu saja... kan nyonya istri nya" Ucap Bik Mirna Pasti
"kalau Tuan malah tak suka dengan kedatangan aku gimana bik?"
"yaelah nya.. belum juga di coba"
"yaudah bik.. ayok kita buat makanan nya. takut keburu dia beli makan di diluar"
"ayok nya mari..." Ucap Bik Mirna riang
Kedua sejoli berbeda usia itu dengan semangat saling membantu satu sama lain demi masakan lezat untuk Tuan Niko.
tak lama masakan pun sudah tersaji rapi dalam tempat makan berwarna Pink menyala yang membuat siapun akan mengenali tempat makan tersebut.
"Bik nggak tempat makan lain ya?" Tanya Tasya lagi
"tidak nonya .. ini yang ada cuma , sebab tuan nggak pernah ni minta sama bibi untuk membuat nya bekal.. dan ini pun bibi beli sendiri" Jelas Bik Mirna yang ntah udah berapa kali ia menjelas ke nyonya nya itu
"Yaudah deh bik nggak papa.. oh iya bik aku mau ke kamar dulu ya siap siap , permisi bik" Pamit Tasya lalu ia langsung kembali ke kamar nya, tepat nya kamar ia dan Niko sebab sejak kejadian Niko merenggut keperawanan nya Tasya memilih tetap tidur di kamar tersebut toh mereka juga masih pasangan SAH di mata Hukum dan Agama bukan.
Dan berdosa juga jika Tasya meninggalkan suami nya untuk tidur sendiri di kamar nya, padahal mereka satu rumah.
Menerima takdir tuhan adalah pilihan Tasya saat ini , ia menyerahkan segala nya pada takdir tuhan , jika ia dan Niko memang tak berjodoh maka ia akan mundur dan mengikuti alur takdir nya dengan ikhlas.
di Kamar ia memilih dress sebetis berwarna maroon yang pas di tubuh nya, dan membiarkan rambutnya tergerai sempurna dan sedikit mempoles bibirnya dengan lipstik warna nude yang menambah kecantikkan didiri Tasya.
setelah rapi Tasya kembali ke dapur.
"ya ampun nyonya ... cantik sekali" puji bik Mirna ketika ia melihat sang nyonya sedang berjalan kearah nya
"ahh bibik bisa saja"
"beneran nyonya, nyonya cantik banget ..." pujinya kembali dan sekarang ditambah dengan dua jempol yang ia berikan dengan senyum mengembang nya tak lupa .
yang membuat Tasya tersipu malu.
"terimakasih bik" ucap Tasya tulus
"sama sama nyonya, ini nya bawaan nya " Bik Mirna memberikan bekal makan siang yang sudah mereka buat tadi ke Tasya
"terimakasih lagi bik , oh iya aku pergi ya bik ... doain aku bik" ucap Tasya lalu ia langsung meninggalkan bibik dan tak lupa adegan lambaian tangan nya yang tak lepas sampai ia keluar dari rumah.
sampai di luar rumah ia langsung disambut oleh pak Roni sopir setia yang akan mengantar kan Tasya kemana pun yang sengaja di pekerjaan Niko untuk nya.
"sini nya biar saya bawa" ucap Pak Roni setelah ia melihat Tasya yang sedang berjalan ke arah nya
"nggak papa pak biar Tasya saja , ayok pak kita pergi" Ajak Tasya ketika ia sudah sampai di hadapan Pak Roni dan masuk kedalam mobil .
setelah Tasya masuk Pak Roni langsung masuk ke bagian pengemudi lalu mengendarakan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Bismillah , semoga dia suka ya .. " ucap Tasya dalam hati
Tak lama kendaraan yang dibawa Tasya sampai di kediaman kantor milik Niko , jujur baru kali ini Tasya ke kantor Niko. sebab sebelum nya Niko tak pernah mengajak nya dan juga mereka menikah dengan singkat dan dalam wkatu yang cepat. jadii segala tentang Niko pun Tasya tau baru baru ini dan dengan berjalan nya waktu.
Tasya di buat tereprangah dengan bangunan di hadapan nya , tak diasangka ternyata suami nya adalah orang kaya raya, ya walaupun Tasya sadar Niko emang kaya , tapi tak pernah ia terpikirkan jika sang suami memiliki gedung sebesar ini , dan lagi lagi dia CEO nya lagi ..
Tasya yang masih ter kagum kagum dibuat terkejut ketika salah satu karyawan disana menabrak nya tak sengaja yang membuat nya jatuh dan otomatis bekal makanan yang ia bawa pun jatuh dan berserakan dimana mana..
"maaf ... maaf " ucap karyawan pria itu sambil membantu memebersihkan makanan yang berserakan di jalanan
>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung Gengs ...
alhamdulillah bisa terus nulis .. semoga pada suka yaaa
Author akan update terus tiap hari
jadi tunggu in yaaa :)
tertulis Author penuh halu
-Pearl