Mencari Alexi

1165 Kata
setelah di tinggal oleh Yoga , Niko menelpon salah satu pesuruhnya . "bagaimana? kau sudah dapat info tentangnya?" "maaf tuan saya sudah berusaha tapi keberadaannya sangat sulit di deteksi" "cuma segini yang bisa kau lakukan !! aku membayar mu mahal !! ini terakhir kali kau bicara seperti itu besok jika aku menelpon mu aku ingin kabar baik !! " bentak Niko lalu ia mematikkan panggilan telpon secara sepihak . "kemana kamu Alexi ? kenapa kau kabur dariku" ucap Niko frustasi sambil mengelus foto Alexi dan dirinya yang masih terpajang di meja kerja nya. jam 7 malam  Niko dan Yoga sedang berada di hotel besar diruangan rapat dimana mereka akan melakukan pertemuan serta kesepakatan kerja sama dengan perusahaan Adijaya perusahaan Retail yang hampir sama berkuasanya dengan perusahaan Niko. ketika Niko dan Yoga masuk ke ruangan tersbut ia dikejutkan dengan wanita yang sedang menyambutnya di kursi kepimpinan yang tertulis CEO. "selamat datang tuan Niko" sambut wanita itu menjulurkan tangannya. "hm" Niko berdehem lalu duduk di kursi yang sudah di siapkan untuknya. "bagaimana acara pernikahaan tuan ? kenapa saya tidak anda di undang? apa tuan tlahh melupakan saya?" tanya wanita itu lagi  "maaf kami melaksanakan nya secara tertutup dan sakral dan hanya keluarga inti yang datang" "owh maaf " "Hm.." setelah basa basi yang panjang lebar pertemuan tersebut pun dimulai dengan beberapa paparan yang di tuangkan oleh perusahaan Adijaya .  dengan Hasil kesepakatan kerja sama yang mereka dapat .  "saya harap kerjasama ini dapat berjalan lancar" ucap Nko tulus  "saya harap begitu juga, sebelum pulang bagaimana kita makan terlebih dahulu ?"  Ajak wanita itu . "maaf tapi istri saya sudah memasak dirumah , saya tak ingin membuatnya menunggu, Permisi"  Tolak Niko setelah itu ia pergi meninggalkan ruangan yang diikuti oleh Yoga di belakangnya.  Mereka sudah berada di dalam mobil . "Ko kau kenal dengan nya ? " tanya Yoga penasaran  "hm" "siapa dia?" "bella" "iya aku tau dia bella tapi siapa !! lo kek ketus aja sama dia tadi" "dia yang mau dijodohin sama aku kemarin" "what !!! gila loo kalau lo gak mau kasih ke aku aja napa?"  "kalo lo mau ambil sana ambil gue gak butuh !!" "gue tau diri kali" "yaelah lebai lo gitu aja nyerah ..." ledek Niko  "ehh jangan pulang dulu " sambung Niko kembali "mau kemana ha? tadi kan lo bilang Tasya sudah masak dan takut dia menunggu . kuping gue belom budek ya dan gue masih sangat ingat.." "gue boong aja bodoh !! sekarang ke BAR aja gue bosen di rumah " "lu bosan dirumah atau lu malas liat Tasya " "sudah  ikut aja , jangan banyak bacot !! mau gaji lu gue potong !! " "iya iya tuan Bos "  mereka sudah sampai di BAR biasa mereka ngumpul . Yoga dan Niko mengambil tempat duduk VVIP yang sering mereka pesan ketika singgah disana. "mau pesan cewek gak?" tanya Rio pemilik BAR Honey yang juga teman dekat dari Niko dan Yoga. "nggak... nggak.... nggak perlu" tolak cepat Yoga sebelum Niko buka suara. "ehh kok lu si yang nentuin" timpal Niko tak terima "jangan main main ya Tuan Bos Niko yang terhormat , apa anda lupa anda sudah punya pawang dirumah , dari pada bermain sama wanita nggak jelas disini lebih baik anda bermain sama yang sudah halal dirumah saja " jelas Yoga  ."sekali kali jajan diluar nggak salah nya kan" balas Rio yang sudah duduk di dekat mereka "apaan.. nggak !! enak aja gue masih di pihak istri SAH ya walaupun gue nggak kenal bini nya"  "kan lu pernah ketemu dia"  "iya sebentar doang , tapi menurut gue dia manis kok , kenapa sih masih mencari yang tak tentu Nik , yang benar aja lah" Nasehat Yoga  "lo lama lama benar di pihak Tasya ya"  "ya iyalah, gue kalau sudah nikah nanti juga nggak akan menyakiti perasaan bini gue mau gimana pun"  "Diam lo !! ambilkan aku wine yang biasa " perintah Niko ke pelayan yang sudah menunggu mereka di dekat pintu masuk  "satu botol saja" tambah yoga "ehhh....."  pelayan tadi mengangguk angguk setuju perintah dari Yoga dan kembali membawa satu botol wine . "Nik hanya 3 gelas nggak lebih" Peringat Yoga "apaan si ga , ngatur ngatur gue mulu lo" "karna gue peduli.. lo mau masuk rumah sakit karena mabuk mabuk an terus"  "Diam lo !!" kesal nya lalu meneguk satu botol wine  "NIKO !!!! gila lo ya " teriak Yoga dan mencoba melepas botol yang diminum Niko dari bibirnya namun di tahan oleh Niko sampai ketika botol itu terhempas di lantai dan pecah karena berebutan dengan Yoga. "kalau mau mati jangan sekarang !!" kesal Yoga  "lo mau lihat gue waras kan ? bantu gue cari Alexi " "nggak !! sampai kapanpun !! mau lo pecat gue pun gue nggak akan gue cari dia buat lo !!" "gue mohon !! cuma lo yang bisa cari dia !! gue sudah minta semua orang tapi hasil nya Nihil "  "gue mohon ga... lo mau lihat gue waras kan ?" ucap Niko dengan mata nya yang memerah menahan tangis nya .  "bukannya gue nggak mau mencari dia buat lo , tapi dia nggak pantas buat lo !! dia udah nyakitin lo !!" "capek gue ngomong sama lo !! lo nggak ngerti perasaan gue !!" kesal Niko lalu ia pergi dari sana dan masuk ke mobilnya dan menancap mobil nya dengan kecepatan tinggi. Yoga sudah menahannya namun sia sia Niko si pria keras kepala itu tak akan bisa dilarang mau gimana pun. "kenapa nggak lo  bantu aja dia?" tanya Rio yang dari tadi sudah begah dengan keributan dari Niko sama yoga. "sebelum dia minta sudah gue cari dulu informasi tu rubah betina" "terus kenapa nggak lo kasih tau Niko?"  "Bisa gila dia kalau gue kasih tau sebenarnya , terus gue juga belum yakin dengan apa yang gue temui" "yaudah lah kasih tau aja mau gimana akhirnya kan bisa pikirin nanti , lo tau kan gimana Niko " "gue lebih berdoa jika mereka tak perlu ketemu aja sekalian , nambah masalah " "terserah kalian deh gue gak bisa bantu " "Hm.." Niko yang masih melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi membawa mobilnya menuju rumah . sampai dirumah diparkirnya sembarang lalu masuk dengan tergesa gesa. ia masuk kekamar Tasya yang beruntungnya kamar Tasya tak dikunci yang membuatnya seenaknya masuk kedalam lalu mengunci nya dari dalam . Tasya yang sedang menyisir rambutnya di meja riasnya langsung berdiri kaget akibat kedatangan Niko yang tiba tiba. "Kenapa tuan masuk?"  Niko tak menggubris pertanyaannya ia berjalan ke arah Tasya dengan perasaan yang menggebu dan wajah nya yang dingin.  Tasya berjalan mundur menjauh dari Niko namun sialnya ia malah semakin dipojok an oleh Niko.  "jangan mendekat !!" teriak Tasya . "kenapa ? kau takut denganku?" ucap Niko dengan senyum smirk ketika ia sudah berada tepat di depan Tasya. "mau apa tuan ?"  "mau dirimu"  "mari kita lanjutkan permainan kemarin lagi nona Tasya" ucapnya dengan tak lupa senyum smirknya yang mematikan membuat nyali Tasya menjadi ciut. ....................................... Bersambung :) tertulis Pearl . Author baik hati penyejuk Halu world kkkkk See you everybody .....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN