CHAP 56

1002 Kata
Bulan ke 6 pernikahan mereka. Kehidupan Tasya tetap sama seperti yang kemarin ia masih sendiri walau sudah berstatus istri orang, Suami nya terkadang jarang pulang dan lebih memilih menginap di rumah sang kekasih nya yang mana sekarang sedang mengandung besar. ya dia Alexi usia kandungan nya sudah menginjak 8 bulan dan Niko sekarang lagi dalam ekstra ekstra menjadi suami siaga. sedangkan di tempat lain tepat nya di rumah Tasya. wanita itu sedang sibuk dengan alat rajut nya . ia memilih balkon kamar nya untuk sekedar menghirup udara malam. dan di temani oleh secangkir teh hangat yang di buat kan BIk Mirna. biasa nya Bik Mirna menemaninya namun malam ini Bik Mirna absen karena ia sedang tak enak badan. saat Tasya sedang sibuk merajut HP nya bergetar saat ia membuka nya ternyata ada pesan masuk dari suami nya, NIko Mas Niko sudah tidur? Tasya Belum Mas Niko Besok sibuk? Tasya seperti biasa, ada apa? Mas Niko temani aku makan malam besok Tasya Oke Niko Jam 7 aku jemput , dandan yang cantik Tasya iya Niko Tidur, jangan ngerajut lagi. Tasya bingung bagaimana suami nya itu tau jika ia sedang merajit padahalkan ia belum pernah kerumah, apalagi mengunjunginya. . . . Keeseokan harinya ,Tasya ber aktivitas seperti biasa paginya ia mandi sarapan lalu di antar pak Roni ke cafe lalu membuat pembukuan di cafe , memantau keadaan cafe dan sesambilan berinterasksi sama karyawan. dan ia sudah biasa dengan semua ini. mulai mandiri dan sedkit sedikit melupakan Niko, toh mereka berdua akan berpisah dalam hitungan bulan. apa yang mau digharapkan dari pria itu. tak ada. 18.07 Tasya pamitan dengan karyawan nya sebab ia harus bersiap karena mas Niko akan menjemputya jam 7 karena siang tadi pria itu berpesan ingin dinner bersama nya. Tasya di jemput oleh Pak Roni dan segera meluncur ke rumah. sesampai nya dirumah tasya langsung mandi dan berpakaian tak lupa ia sedikit mempoles wajah nya walau ia tak pandai namun akibat ia sering menonton Youtube tentang make up ia sedikit sedikit mengerti. setelah siap ia segera turun dan menunggu Niko di ruang tamu. "Nyonya?" ucap Bik Mirna yang baru saja masuk ke dalam rumah "iya bik? bibik dari mana?" tanya Tasya "dari beli ini nya" tunjuk bibik pada sebuah kantong plastik yang ia bawa. "nyonya mau pergi?" tanya bibik Lagi "iya bik, mas Niko ajak Tasya dinner" "wahhh akhirnya ya nya, tuan ingat pulang" ucap bik Mirna sambil cengengesan "nggak pulang juga nggak papa bi- "maksud kamu?" ucap pria yang bersetalan abu abu dengan hawa dingin masuk kedalam rumah Tasya dan tentu saja Tasya tau siapa otu. "MAS NIKO?" kaget Tasya "jadi kamu senang aku nggak pulang?" introgasi Niko setelah ia masuk, dan Bibik yang merasa takut mengganggu segera mangkir dari sana dan menuju dapur. "mas kapan sampai? kok aku nggak den- "sudah pintar ya mengelak pembicaran" potong Niko "iya maaf, aku hanya bercanda mas. tapi kan emang benar kamu nggak pulang pulang" "kamu rindu?" "nggak juga" jawab Tasya dengan sepelan mungkin namun sialnya Niko bisa mendegar ucapan yang keluar dari mulut Tasya. "TASYA" "maaf mas, kita jadi pergi nggak? kamu dari tadi marah marah terus" "siapa yang buat aku marah?" "iya kan aku sudah minta maaf" Tasya pun segera berdiri dan merangkul lengan Niko. "ayokk" ajak nya , Niko pun luluh. ia dan Tasya segera keluar rumah dan ketika mereka sampai di depan mobilnya Niko segera membuka kan pintu untuk Tasya dan tak lupa menutupinya kembali setelah itu ia bergegas masuk ke dalam mobilnya. "jangan lupa pakai seat belt" perintah Niko, namun sebelum ia berucap Tasya sudah lebih dulu memasang nya. setelah itu Niko langsung mengendarai mobilnya ke Restoran yang ingin ia tuju. Tak lama kemudian mereka sampai di restoran tersebut. Tasya yang hendak keluar dari mobil di tahan oleh Niko. "jangan keluar biar aku yang bukakan pintu" perintah Niko dan dia nggukan oleh Tasya. Pria itu segera keluar dari mobilnya lalu berkeliling ke arah pintu Tasya dan membuka kan pintu nya.dan tak lupa ia menggandeng wanita nya dan menuntun nya msuk ke dalam Restoran. saat mereka masuk suasana sangat sepi hanya ada allunan piano, tapi dekorasi restiran ini sangat romantis menurut Tasya. Niko menuntun Tasya ke kursi yang sudah di siapkan dan menarikkan kursi untuk Tasya agar wanita itu dapat dengan nyaman duduk, setelah itu baru ia duduk. "mas kenapa sepi sekali? Restoran nya nggak laku ya?" tanya Tasya "Tasya.. tasya.. kamu jadi CEO Cafe kamu sudah berapa lama ha?" "belum 1 tahun mas, masih 3-4 bulan" "masa kamu nggak ngerti dengan situasi sekarang?" "Maksud nya mas... kamu jelasin aja ke aku pasti aku ngerti" "waduh Tasya Tasya, ya sudah Cafe kamu pernah di reservasi?" "pernah dong bahkan 1 minggu bisa 4-5 kali yang booking untung acara" jelas Tasya dengan wajah nya yang PD "acara apa aja coba?" "banyak dong ma- aaaa... aku ngerti jadi kamu bookng tempat ini untuk kita berdua?" "iya" jawab Niko kesal Tasya pun ber ohria. Tak lama makanan pembuka mereka datang, Tasya dan Niko segera melahapnya. tak lama kemudian main course nya. setalh acara makan makan mereka kembali canggung. "Tasya?" panggil Niko sambil menggenggam tangan Tasya "iya mas?" jawab Tasya yang segera memalingkan wajah nya menghadap NIko "kamu mau bebas?" "maksud kamu?" "aku tau kamu sudah capek dengan pernikahan ini? iya kan?" "aa,, maksud mas Niko perceraian?" "iya" "mas Niko mau melepasku sekarang?" "nggak sekarang" "kalau mas Niko nanya kebebasan tentu saja aku mau mas, tapi aku akan menunggu sampai waktu itu.waktu dimana aku sudah bebas , aku sudah bisa menetukkan pilihan ku tanpa adanya pemaksaan dari orang lain akan kehendak mereka namun aku yang menggung nya , dan selama ini aku selalu nurut dengan perkataan orang lain. namun sekarang aku ingin bebas mas" "di usia pernikahan kita tepat 1 tahun kan?" Niko memastikan "iya" "jika aku percepat kau tak keberatan?" "tentu saja mas, aku jadi senang. maaf mas bukan aku membenci mu atau pernikahan ini tapi kamu tau kan mas bagaimana tertekan nya aku." "baiklah kalau itu yang kamu mau , aku akan menuruti permintaan mu segera" "terimakasih mas Niko" >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> To Be Contunue
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN