Hujan masih menjadi sahabat malam itu. Butirannya menetes deras di kaca jendela rumah sakit, seakan ikut menghapus kepedihan yang tak kunjung reda. Edward berdiri dengan tubuh kaku, wajahnya letih, tapi matanya tetap menyala. Di sisi ranjang, Celine terlelap setelah obat penenang bekerja lagi. Nafasnya pelan, seolah tubuh rapuh itu sedang berusaha bertahan hanya dengan sisa-sisa tenaga. Edward menggenggam tangan istrinya. Jemari Celine dingin, begitu dingin sampai Edward takut melepaskannya. “Cel…” bisiknya lirih. “Aku akan pulangkan Reno. Apapun caranya. Kamu harus tunggu aku, jangan pernah lepas.” Di luar kamar, Helena Armand duduk di kursi tunggu. Berkas-berkas terbuka di pangkuannya, wajah serius memandangi dokumen adopsi Reno yang ia duga penuh manipulasi. Daniel duduk di sampingnya

