bab 35

1407 Kata

Hujan deras yang mengguyur kota seakan ikut merasakan badai yang berkecamuk dalam hati Edward dan Celine. Mobil yang mereka tumpangi melaju lambat, terjebak lalu lintas padat setelah persidangan besar itu berakhir. Kilatan kamera wartawan masih terlihat di kaca belakang, meski mereka sudah meninggalkan gedung pengadilan. Celine duduk di kursi penumpang, wajahnya pucat pasi. Matanya bengkak karena menangis terlalu lama, bibirnya bergetar tanpa suara. Sejak Reno direbut dari pelukannya, tubuhnya seperti kehilangan tenaga. Ia bersandar di bahu Edward, napasnya berat, seakan setiap helaan adalah pertarungan. “Cel…” Edward menoleh, panik melihat keringat dingin di pelipis istrinya. “Kamu kenapa? Jangan bikin aku takut…” Celine berusaha tersenyum, tapi gagal. “Ed… aku… aku merasa kosong… seol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN