Dilara masih menyimpan kekesalan dalam hatinya, sepanjang jalan dia hanya mendiamkan Mahendra yang kelimpungan menghadapi kekesalannya. Pria itu beberapa kali mengusap pahanya, segera ditepis oleh Dilara. Wajar saja Dilara kesal. Selama kurang lebih dua jam lamanya menunggu, Mahendra datang terlambat padahal dia sendiri yang membuat janji. Batre HP-nya pun lowbat, Dilara tak bisa menghubungi. "Kamu kenapa diam saja, Dilara?" tanya Mahendra dengan tampang tanpa dosanya, malah bertanya Dilara kenapa padahal sudah jelas ia marah karenanya. "Antar aku ke rumah sakit!" kata Dilara. Pulang sekolah dia sudah berencana menjenguk ibunya, Mahendra malah mengajaknya dan berakhir datang terlambat. Andai Dilara tahu bakal selama ini, dia memilih menjenguk ibunya dulu daripada menunggu. "Loh, kamu

